Survei : Mayoritas Masyarakat Israel Dukung Pemerintahan Persatuan

pemilu israel

Tel Aviv, MINA – Sebuah jajak pendapat di Israel mengungkapkan mayoritas masyarakat mengharapkan terbentuknya pemerintahan persatuan terdiri dari berbagai partai, tetapi sebagian juga percaya pemilihan umum keempat tidak dapat dihindari karena gagalnya terbentuk pemerintahan yang baru.

Menurut jajak pendapat yang hasilnya disiarkan surat kabar Israel Hayom, Jumat (13/3), 31 persen responden mengatakan mereka lebih suka pemerintah persatuan yang luas (yaitu Likud, Biru dan Putih, dan partai-partai lain dari berbagai sikap politik), sementara 26 persen mengatakan mereka hanya mendukung pemerintah sayap kanan.

Sekitar 17 persen mendukung pemerintahan persatuan yang sempit (yaitu hanya Likud dan Biru dan Putih), sementara 17 persen lainnya menyatakan dukungan untuk pemerintah minoritas yang dipimpin oleh Biru dan Putih (Kahol Lavan) dengan dukungan eksternal dari Koalisi Bersama. Sekitar sembilan persen mengatakan mereka tidak tahu.

Ditanya bagaimana kebuntuan saat ini akan terselesaikan, 40 persen orang Israel mengatakan, negara itu akan menuju pemilihan keempat dalam satu tahun terakhir ini.

Sekitar 19 persen mengatakan mereka tidak tahu bagaimana itu akan diselesaikan, proporsi yang sama dari responden yang percaya pemerintah sayap kanan akan dibentuk. Sementara itu, sembilan persen percaya pemerintah minoritas akan dibentuk.

Ditanya siapa yang mereka pilih untuk memimpin pemerintahan berikutnya, 47 persen menjawab Benjamin Netanyahu, 36 persen mengatakan pimpinan Partai Biru dan Putih Benny Gantz, dan 17 persen tidak berpendapat.

Israel mengadakan pemilu awal bulan ini untuk pemilihan nasional ketiga mereka dalam setahun, dalam upaya menyelesaikan jalan buntu yang lama di mana Netanyahu maupun Gantz tidak dapat membentuk pemerintah koalisi mayoritas.

Krisis virus corona mungkin akhirnya mempengaruhi perkembangan, dengan kemungkinan bahwa Netanyahu dan Gantz akan menyetujui pemerintah persatuan ‘darurat’ bersama. (T/R7/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)