Syaikh Bakirat: Tiga Cara Israel Melakukan Yahudisasi di Al-Aqsa

Kepala Akademi Wakaf dan Warisan Al-Aqsa, Syaikh Najeh Bakirat.(Foto: PIP)

Al-Quds, MINA – Kepala Akademi Wakaf dan Warisan Al-Aqsa, Syaikh Najeh Bakirat, membenarkan, rencana pendudukan Israel yang menargetkan Masjid Al-Aqsa Al-Mubarak telah mencapai level sangat berbahaya.

Syaikh Bakirat mengatakan dalam pernyataan persnya dilaporkan Pusat Informasi Palestina (PIP) dikutip MINA, Kamis (18/8), Otoritas pendudukan Israel bekerja untuk Yahudisasi Al-Aqsa melalui tiga jalur.

Pertama, mengisolasi Masjid Al-Aqsa dari sekitarnya untuk mengakses melalui penggalian Yahudisasi di Al-Buraq Square, yang pindah ke sisi barat, dan membuat beberapa pelanggaran di tembok Al-Aqsa.

Dia menjelaskan, masjid diisolasi melalui penggalian, dan lebih dari 150 dunum tanah wakaf dijarah, untuk menciptakan apa yang disebut Telaga Suci, dan keluarga Al-Quds diusir dari sekitar Al-Aqsa.

Jalur kedua, Syaikh Bakirat mengisyaratkan pendudukan Israel mengancam bangunan Islam, seperti yang terjadi di Sekolah Silwan, di mana salah satu ruang kelas runtuh pada 2007, dan menurunnya tangga Departemen Wakaf, yang lebarnya tiga meter dan 10 meter. panjang, selain retakan di kapel Al-Aqsa.

Dia memperingatkan, Otoritas pendudukan Israel bekerja untuk melemahkan fondasi dan dinding masjid dalam upaya untuk menciptakan fakta yang mengancam Al-Aqsa melalui penggalian terus menerus.

Sementara jalur ketiga, Syaikh Bakirat mengungkapkan, pendudukan Israel bekerja melegitimasi rencana Yahudisasi, dan menyuguhkannya sebagai masalah ilmiah yang dipimpin oleh jenderal militer yang bertujuan menghilangkan kehadiran Islam melalui penghancuran sebagian Al-Aqsa dan landmark Islamnya.

Syaikh Bakirat menekankan pentingnya Rabat di Masjidil Haram, mengungkapkan keyakinannya pada kemampuan orang-orang Baitul Maqdis untuk berdiri menghadapi penggalian di Al-Aqsa dan untuk menghadapi berbagai tindakan pendudukan Israel.(T/R1/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)