SYAIKH IKRIMA SHABRI: KERRY BEKERJA UNTUK DUKUNG KEBERADAAN ZIONIS DI AL-AQSHA

shabri
shabri
Syeikh Ikrimah Shabri sedang menyampaikan khatib Jumat di Masjid Al-Aqsha. (Foto: IslamicInvitationTurkey.com)

Al-Quds, 13 Muharram 1437/26 Oktober 2015 (MINA) – Imam Masjid Al-Aqsha yang juga mantan Mufti Al-Quds, Syaikh Ikrima Shabri mengatakan, kehadiran Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), John Kerry di wilayah Palestina yang diduduki kembali menegaskan keberadaan Zionis ‘Israel’ di Masjid Al-Aqsha, Koran Felesteen melaporkan.

“Ini adalah kesepakatan kemitraan Israel dalam administrasi Masjid Al-Aqsha dan tempat-tempat suci Islam lainnya di Al-Quds,” kata Syaikh Shabri membahas penempatan kamera Israel di sekitar halaman masjid tersuci ketiga bagi umat Islam itu.

Sebagaimana Middle East Monitor (MEMO) melaporkan yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Senin (26/10), ia menggambarkan langkah itu sebagai “masalah yang berbahaya”, menekankan siapa pun yang ingin kondisi tenang di wilayah Palestina harus menyingkirkan alasan ketegangan; “penodaan Israel terus menerus di Masjid Al-Aqsha.”

“Kehadiran polisi Israel di pintu Al-Aqsha dan pembatasan jamaah Muslim memasuki masjid adalah penyebab ketegangan,” jelasnya.

“Perdana Menteri Israel Netanyahu bukanlah penguasa dari situs suci Islam untuk memerintahkan perizinan umat Islam beribadah di Masjid Al-Aqsa dan non-Muslim dapat mengunjunginya,” tambah Syaikh Shabri.

Dia menegaskan, Kerry mengunjungi wilayah jajahan Israel tersebut hanya untuk “menyelamatkan” Netanyahu karena ia telah jatuh ke perangkap setelah para pemuda Palestina mulai melakukan perlawanan terhadap praktik-praktik pendudukan Zionis itu.

“Kami khawatir tentang konsekuensi kunjungan Kerry… Kerry ingin menyelamatkan Netanyahu dan pemerintahannya,” tutur Syeikh Shabri memperingatkan.(T/R05/R02)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0