Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tabligh Akbar ITARA: Kita Bangun Kesatuan Umat Untuk Kejayaan Islam dan Muslimin

siti aisyah - Ahad, 8 Agustus 2021 - 13:51 WIB

Ahad, 8 Agustus 2021 - 13:51 WIB

6 Views ㅤ

Balikpapan, MINA – Tabligh Akbar Virtual Jama’ah Muslimin (Hizbullah) wilayah Indonesia Tengah Bagian Utara (ITARA) diadakan Ahad (8/8), mengangkat tema “Dengan Semangat Hijrah dan Kemerdekaan, Kita Bangun Kesatuan Umat Untuk Kejayaan Islam dan Muslimin”.

Imaamul Muslimin Yakhsyallah Mansur menjadi salah seorang pembicara.

Pembina Pondok Pesantren Shuffah Hizbullah Balikpapan K.H. Adzro’ie Abdus Syukur mengajak ummat Islam untuk mengisi kemerdekaan dengan kesatuan dan persatuan.

“Dalam rangka mensyukuri nikmat Allah kita punya kewajiban untuk mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal yang bersifat syar’i yang tidak lepas dari Al-Quran, yang turun pada 17 Ramadhan, di mana umat Islam juga menjalankan ibadah sholat sebanyak 17 rakaat sehari semalam,” kata Ustaz Adzro’ie.

Baca Juga: H+4 Lebaran, Pemudik Mulai Berdatangan di Terminal Pulo Gebang

Ustaz Adzro’ie mengatakan, dalam pembukaan UUD 1945 yang berbunyi “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya..

Menurutnya, rahmat dalam kalimat tersebut tidak bisa lepas dari Al-Quran, tidak lepas daripada Al Islam, dan tidak lepas dari umatnya yang harus sholat 17 rakaat sehari semalam. Itulah wujud rasa syukur kepada Allah.

“Kalau kita tarik lebih dalam lagi, rahmat itu dinyatakan dalam sebuah hadits ‘Jamaah adalah rahmat, sedangkan perpecahan adalah azab‘ bersatu dalam satu jamaah itu akan mendatangkan Rahmat,” ujarnya.

Rahmat kemerdekaan ini, kata Ustaz Adzro’ie, harus diisi kesatuan dan persatuan, kalau tidak bisa sebaliknya seperti hadits di atas tadi.

Baca Juga: Tanggapi Tarif Resiprokal AS 32 Persen Indonesia Siapkan Strategi Menghadapinya

“Apabila kita berpecah belah, bersengketa, azab akan diberikan Allah, dan azab itu bukan hanya tsunami, gempa atau bencana alam lainnya, itu juga termasuk. Tapi azab yang jelas di hari-hari Umat Islam tidak merasakan ketenangan,” katanya.

Ustaz Adzro’ie menambahkan, Islam itu cinta persatuan, perdamaian, rahmatan lil ‘alamin. Kalau dunia barat menggemborkan globalisasi, Islam lebih dulu menggaungkan itu, Islam mengajarkan persatuan kesatuan, rahmatan lil ‘alamin yang tidak dibatasi ras, tradisi, negara dan sebagainya.

Tabligh Akbar Virtual ini diselenggarakan dalam dalam rangka menyambut tahun baru Hijriyah 1443 dan kemerdekaan Republik Indonesia yang Ke-76. Didukung oleh Aqsa Working Group (AWG) Biro ITARA, Ponpes Shuffah Hizbullah Balikpapan, Ukhuwah Al Fatah Rescue (UAR), Kantor Berita MINA, LBIPI, dan Al Jamaah TV. (L/R6/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Cuaca Jakarta Jumat Ini Cerah Berawan, Sebagian Diguyur Hujan

Rekomendasi untuk Anda

Indonesia
Dr. Rais Abdullah M.A, Dosen Universitas Mulawarman (foto: Sidiq/MINA)
Indonesia
Indonesia
Jamaah Hadir dalam acara Taklim Pusat 1446 H (foto: Sidiq/MINA)
Indonesia