Tadzkirah Jamaah Muslimin (Hizbullah) Atas Krisis Qatar

Damainya Umat Islam Rahmat Bagi Semesta Alam

Umat Islam di berbagai belahan dunia sangat memprihatinkan kondisi negeri-negeri Muslim di Timur Tengah  yang mengalami krisis seperti di Suriah, Afghanistan, Irak, Libya, Yaman dan lainnya dan saat ini terjadi lagi krisis Qatar dengan negara-negara sekitar.

Atas dasar pertimbangan ukhuwah Islamiyah dan kemaslahatan umat serta perdamaian dunia, maka Jama’ah Muslimin (Hizbullah) merasa berkewajiban untuk menyampaikan tadzkirah sebagai berikut:

  1. Berdasarkan ayat-ayat Al Quran dan hadist Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa salam sebagai berikut:

Umat Islam di manapun berada adalah bersaudara. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al Hujurat (49) ayat 10 :

Artinya :

Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.

Tentang persatuan umat Islam, Allah berfirman dalam surah Ali Imran ayat 103 :

Artinya : “Dan berpegang teguhlah kamu sekalian dengan tali Allah   seraya berjamaah dan janganlah kamu sekalian berpecah belah, dan ingatlah nikmat Allah atas kamu semua ketika kamu bermusuh-musuhan maka Dia (Allah) menjinakkan antara hati-hati kamu  maka kamu menjadi bersaudara sedangkan kamu diatas tepi jurang api neraka, maka Allah mendamaikan antara hati kamu. Demikianlah Allah menjelaskan ayat ayatnya  agar kamu mendapat petunjuk”

Sedangkan larangan bercerai-berai dan berselisih, Firman Allah dalam Al Quran surah Ali Imran ayat 105:

Artinya : “Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang bercerai berai dan berselisih setelah sampai kepada mereka keterangan yang jelas. Dan mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang berat”.

Himbauan untuk kembali kepada Al Quran dan sunnah terdapat dalam firman Allah surah An Nisa ayat 59 :

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya”.

Tentang anjuran bersyukur atas nikmat Allah, firman-Nya dalam surah Ibrahim ayat 7:

Artinya : “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

dan hadis Rasulullah Muhammad Shallalahu alaihi wa salam yang diriwayatkan oleh Nu’man bin Basyir berbunyi:

Artinya: “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam berkasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam”. (HR. Al Bukhari dan Muslim).

  1. Bahaya Memutuskan Hubungan Persaudaraan dan Silaturahim

Betapa buruknya akibat dari pemutusan hubungan tersebut seperti disebutkan dalam Al Quran surah Muhammad (47) ayat 22-23 :

Artinya: “Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan telinga mereka dan dibutakan penglihatan mereka.”

Juga dalam surah Al Anfal ayat 73 Allah berfirman:

Artinya: “Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar”.

dan hadis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari Jubair Ibnu Muth’im,

Artinya:  “Tidak masuk surga orang yang memutus silaturrahmi.” (HR. At Tirmidzi)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Artinya: “Tidak ada satu dosa yang lebih pantas untuk disegerakan hukuman bagi pelakunya di dunia bersamaan dengan hukuman yang Allâh siapkan baginya di akhirat daripada baghyu (kezhaliman dan berbuat buruk kepada orang lain) dan memutuskan kerabat”. [HR. Al-Bukhâri, Abu Dawud, Al-Hakim. Dishahihkan oleh Al-Albani]

3.   Seruan Kepada Negara-negara Muslim

  • Terjalinnya kembali hubungan antara negara-negara Muslim yang bersatu dan damai hanya dapat terlaksana apabila masing-masing mengedepankan aqidah dan nilai kemanusiaan serta menghindarkan diri dari kepentingan ego-nasionalisme sempit yang hanya akan menguntungkan pihak-pihak yang tidak suka Islam bersatu dan maju.
  • Menyeru kepada semua pihak, terutama kepada Yang Mulia Sri Baginda Raja Salman bin Abdulaziz bin Abdulrahman al-Saud yang juga merupakan Khadimul Haramain dan juga Emir Qatar Yang Mulia Sri Baginda Syeikh Tamim bin Hamad bin Khalifa al-Tsani serta negara-negara yang terlibat dalam perselisihan agar segera menyelesaikan krisis ini dengan mengedepankan perundingan dan musyawarah. Sebagaimana firman Allah dalam surah Ali Imran ayat 159:
  • Artinya: “Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu“. 
  • Dengan berkah dan hikmah bulan Ramadhan sudah seharusnya seluruh negeri-negeri Muslim bersatu, saling bergandengan tangan guna memecahkan problematika yang sedang dihadapi umat Islam dan krisis masyarakat internasional pada umumnya.
  • Doa kami semoga Allah Subhanahu wa Taala memberkahi para pemimpin negeri-negeri Muslim, mempersatukan mereka dalam rahmat dan hidayah-Nya. Amin ya rabbal alamin.
  1.  

    Demikian tadzkirah ini dibuat semoga dapat menjadi pelajaran bagi seluruh umat Islam di manapun berada, khusunya para pemimpin negeri-negeri Muslim yang sedang berkonflik.

    Jakarta, 21 Ramadhan 1438/ 16 Juni 2018

    Imaam

     

    Yakhsyallah Mansur