Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

AS TAHAN DUA WARGA YAMAN ATAS DUGAAN RENCANA PEMBUNUHAN

Rudi Hendrik - Rabu, 21 Januari 2015 - 14:28 WIB

Rabu, 21 Januari 2015 - 14:28 WIB

642 Views

Dua warga Yaman ditahan karena didakwa membantu Al-Qaeda memerangi tentara AS di Afghanistan pada 2008. (Foto: EPA)
Dua warga Yaman ditahan karena didakwa membantu <a href=

Al-Qaeda memerangi tentara AS di Afghanistan pada 2008. (Foto: EPA)" width="300" height="199" /> Dua warga Yaman ditahan karena didakwa membantu Al-Qaeda memerangi tentara AS di Afghanistan pada 2008. (Foto: EPA)

Washington, 30 Rabi’ul Awwal 1436/21 Januari 2015 (MINA) – Pemerintah Amerika Serikat (AS) menahan dua warga negara Yaman karena diduga bersekongkol akan membunuh orang Amerika di luar negeri, dan memberikan dukungan material kepada Al-Qaeda.

Saddiq Al-Abbadi dan Ali Alvi ditangkap di Arab Saudi dan diekstradisi ke AS, Departemen Kehakiman AS mengatakan pada Selasa (20/1).

Departemen mengatakan, Alvi (30) disidang di Pengadilan Federal di Brooklyn pada Ahad (18/1), sementara Abbadi (36) diadili pada Selasa sore, Al Jazeera yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), melaporkan Rabu.

Kedua warga Yaman itu juga dituduh terlibat dalam serangan terhadap pasukan AS di Afghanistan pada musim panas 2008 silam, dan melakukan perjalanan pada bulan Maret tahun itu ke Pakistan untuk berlatih dan berjuang bersama Al-Qaeda.

Baca Juga: Presiden Biden Positif COVID-19 Saat Kampanye di Las Vegas

Pasangan ini juga didakwa membantu warga negara Amerika yang ingin bergabung dengan Al-Qaeda.

Kimberly Halkett Al Jazeera melaporkan dari Washington DC, jika terbukti bersalah, kedua tersangka akan terus menjalani hidupnya di penjara.

Data menunjukkan, saksi adalah seorang yang melakukan perjalanan ke Pakistan bersama keduanya pada 2007.

Saksi yang sebelumnya mengaku bersalah bersekongkol untuk membunuh orang Amerika di luar negeri, memberikan dukungan material kepada Al-Qaeda, dan menerima pelatihan militer dari kelompok itu.

Baca Juga: Penembak Donald Trump Pria Berumur 20 Tahun

Saksi mengatakan kepada Jaksa, pelatihan diadakan di daerah-daerah kesukuan Pakistan, di dalamnya termasuk kursus senjata dasar lalu pelatihan merakit bahan peledak.

Berita Selasa itu muncul ketika AS juga mengumumkan laki-laki lainnya, Wesam El-Hanafi yang dijatuhi hukuman 15 tahun penjara di New York atas kasus “memberikan dukungan material kepada Al-Qaeda”.

Wesam El-Hanafi sangat terlibat dalam mendukung Al-Qaeda, baik secara finansial dan dengan memfasilitasi pengawasan di New York untuk membawa serangan ke tanah air kami di kota kami,” kata Preet Bharara, Jaksa AS untuk Distrik Selatan New York. (T/P001/R11)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Baca Juga: Meta Cabut Pembatasan Akun Facebook dan Instagram Donald Trump

Rekomendasi untuk Anda

Internasional
Amerika
Internasional
Internasional
Palestina