TAHANAN MOGOK MAKAN PALESTINA BERSIKERAS LANJUTKAN PROTES

foto: moheet.com
foto: moheet.com

Ramallah, 19 Sya’ban 1435/17 Juni 2014 (MINA) – Para tahanan administratif Palestina memasuki hari ke-55 pada Selasa (17/6), mereka bersikeras lanjutkan aksi mogok makan, sebagai aksi protes atas penahanan ilegal.

Pusat hak asasi manusia Ahrar mengatakan, seorang pejabat senior penjara Israel bertemu dengan beberapa tahanan dan berusaha untuk membujuk mereka mengakhiri aksi mogok makan, namun mereka menyatakan tekadnya untuk terus berjuang dalam aksi mogok makan tersebut sampai Israel mengakhiri penahanan administratif mereka, seperti dilaporkan The Palestinian Information Center, yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Pusat itu mengatakan pada Selasa (17/6), pejabat bertemu para pemogok makan untuk menghentikan aksi tersebut, mengklaim bahwa Israel sedang berada dalam situasi panas dan akan lebih banyak tahanan lagi yang dimasukan ke penjara administratif Israel.

Petugas juga mengatakan, masalah mogok makan menjadi terabaikan setelah kejadian hilangnya tiga tentara pada Jumat lalu yang menjadi fokus perhatian media.

Pengacara untuk tahanan Palestina Jawad Boulos pada Senin (16/6) mengunjungi rumah sakit Beilinson dan mengatakan, “Enam pemogok makan Palestina telah terinfeksi virus menular pada tenggorokan mereka.”

Boulos menambahkan, para dokter di rumah sakit mengatakan kepadanya, virus tersebut disebabkan karena kekebalan tubuh mereka yang semakin menurun, terutama karena mereka menderita detak jantung yang tidak teratur.

Diberitakan sebelumnya, Lebih dari 120 tahanan Palestina melakukan mogok makan terbuka sejak 24 April sebagai bentuk protes atas “penahanan administratif” Israel, yang memenjarakan tanpa pengadilan atau dakwaan serta memungkinkan Israel memenjarakan warga Palestina selama enam bulan. Perintah penahanan dapat diperpanjang untuk waktu yang tidak terbatas.

Lebih dari 5.000 warga Palestina dilaporkan ditahan di penjara-penjara Israel, hampir 200 dari mereka di bawah perintah penahanan administratif.(T/Nidiya/R2)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

 

Comments: 0