Tahanan Palestina : Penjara Israel Diluar Batas Perlakuan Manusia

Foto: Ghufran Zamil Mantan Tahanan Palestina dari penjara Israel

Cileungsi, Bogor, MINA – Mantan Tahanan Palestina dari Penjara Israel Ghufran Zamil mengatakan, selama berada di Penjara Israel, pasti akan mendapatkan perlakuan diluar batas dari perlakuan manusia.

Hal itu Ia sampaikan saat acara webinar dengan tema “Melawan Dari Tahanan, Kisah Pejuang Palestina Dari Penjara Apartheid Israel”. Yang disiarkan di Youtube Al Jama’ah TV, Sabtu (12/6).

Zamil menceritakan keadaanya di Penjara Israel, selama penahanannya di tahun 2010, ia lebih merasakan penyiksaan secara batin dibandingkan fisik.

“Selama dua bulan, saya mendekam di sel tahanan, sebetulnya saya lebih merasakan penyiksaan secara batin dibandingkan fisik karena selama 2 bulan itu saya tidak boleh memanggil pengacara, tidak boleh menghubungi keluarga dan tidak bisa meminta apapun yang saya butuhkan,” katanya.

“Tuduhuan dari zionis israel terhadap saya karena profesi saya sebagai wartawan, saya dituduh telah melakukan kegiatan yang membahayakan zionis Israel, sehingga saya harus mendekam di penjara Israel,” lanjutnya.

Dalam sel tahanan tersebut, Zamil bertemu dengan beberapa tahanan wanita Palestina yang sudah ditahan sejak 2006, dalam penahananannya, wanita Palestina mengalami sakit didalam sel tahanan, dan Israel sengaja membiarkan dengan tidak memberikan akses untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Maka permasalahan atau urusan yang berkaitan dengan tahanan Palestina saya selalu menggaungkan dan upayakan menjadi bahan diskusi bagi Umat Islam di Dunia, menjadi bahan dialog bagi para pemikir ulama masyarakat Internasional supaya mereka peduli terhadap nasib para tahanan Palestina di penjara Israel yang diperlakukan tidak adil dan biadab,” tegasnya.

“Mudah-mudahan kita termasuk ke dalam orang-orang yang membela kebenaran, membela Masjidil Aqsa dan menjadi bagian dari perjuangan pembebasan Masjidil Aqsa hingga akhirnya kita bisa menikmati sholat disana dan berdoa di Masjidil Aqsa,” harapnya. (L/Hju/RS3)

Mi’raj News Agency (MINA)