Ramallah, MINA – Lembaga advokat Otoritas Urusan Tahanan Palestina dan Masyarakat Tahanan Palestina mengidentifikasi tahanan meninggal yang diumumkan pada Jumat (20/2) di penjara Israel di Ramla bernama Izz al-Din Ziyad al-Banna (40) warga Kota Gaza.
Dalam pernyataan pers bersama Sabtu pagi (24/2), kedua organisasi mengungkapkan bahwa mendiang al-Banna menderita disabilitas mobilitas sebelum penangkapannya, serta berbagai penyakit.
Al-Banna ditangkap oleh pasukan pendudukan Israel dari rumahnya di Kota Gaza lebih dari dua bulan lalu saat agresi Israel yang sedang berlangsung di Jalur Gaza.
Menurut pernyataan tersebut, Al-Banna mengalami penyiksaan setelah penangkapannya, yang menyebabkan kesehatannya memburuk. Sumber di antara para tahanan di penjara Ramla melaporkan, kondisinya memburuk secara kritis setelah penangkapannya, yang akhirnya mengakibatkan kematiannya pada hari Selasa (20/2).
Baca Juga: Oposisi Israel Kritik Pemerintahan Netanyahu, Sebut Perpanjang Perang di Gaza Tanpa Alasan
Administrasi penjara Israel tidak mengumumkan kematiannya pada saat itu, di tengah praktik penghilangan paksa yang dilakukan Israel terhadap tahanan Gaza sejak 7 Oktober.
Kedua organisasi tersebut menyatakan keprihatinannya mengenai meningkatnya jumlah syuhada di penjara-penjara Israel setelah tanggal 7 Oktober, dan menghubungkannya dengan penyiksaan, tindakan pembalasan sistematis, dan kelalaian medis.
Mereka menilai kejadian tersebut sebagai bagian dari genosida Israel yang terus berlanjut di Gaza dan agresi habis-habisan terhadap rakyat Palestina. (T/RI-1/RS2)
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Hamas Ungkap Borok Israel, Gemar Serang Rumah Sakit di Gaza