TAHFIDZ DAN MEMANAH PROGRAM UNGGULAN SEKOLAH INSAN MANDIRI

(Foto: SIT IM)
Wahid Adi Nugroho, Rifqi Rabbani dan M. Nur Kholid (Siswa SMAIT) sebagai Juara 1 Lomba Panahan Tingkat DKI Jakarta Tahun 2013.(Foto: IM)

Jakarta, 10 Shafar 1436/3 Desember 2014 (MINA) – Untuk mewujudkan sekolah Islam unggulan terbaik, Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) dan Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu (SMAIT) Insan Mandiri Cibubur menjadikan menghafal Al-Qur’an (Tahfidz), memanah, berenang, dan berbahasa asing sebagai program unggulan.

Muhammad Ihsanuddin, Kepala Sekolah SMA IT Insan Mandiri Cibubur mengatakan, program-program unggulan tersebut menjadikan SMP IT dan SMA IT Insan Mandiri diakui sebagai sekolah model terbaik di tingkat nasional yang aktif mewujudkan Insan Mandiri cerdas, kreatif, peduli, dan berakhlaq mulia berbasis Al-Qur’an dan Assunnah.

“Salah satu cara untuk mempermudah pemahaman dan pengamalan Al-Qur’an adalah dengan menghafalnya. Program Tahfidz merupakan salah satu program unggulan SMP IT & SMA IT Insan Mandiri Cibubur,” kata pria lulusan Magister Jurusan Tafsir dan Ilmu-Ilmu Al-Quran, International Islamic University Islamabad Pakistan itu.

Kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Ihsanuddin menjelaskan, program Tahfidz di Insan Mandiri menargetkan minimal Hafalan 10 Juz Selama tiga Tahun. Dengan sekitar 140 siswa SMP IT dan SMA IT saat ini, Insan Mandiri menyiapkan 10 pengajar Tahfidz bersanad Qur’an Utsmani.

Herman Syamsuddin Al-Hafidz, Wali Asrama dan pengajar Tahfidz SMA IT Insan Mandiri mengatakan, kegiatan Pembelajaran tahfidz dilakukan dengan ziyadah (tambah hafalan) setelah sholat shubuh, muroja’ah (mengulang hafalan) setelah sholat ashar dan isti’dad (menyiapkan hafalan) setelah sholat isya.

Sementara Suwito Hadi Al-Hafidz, wali asrama dan pengajar tahfidz SMP IT Insan Mandiri, mengatakan, metode yang digunakan dalam program Tahfidz di Insan Mandiri adalah metode Utsmani sebagai sarana mempermudah menghafal Al-Qur’an dengan ciri khas menggunakan Mushhaf Al-Qur’an Rosm Utsmani dari Madinah.

“Bagi santri baru akan dilaksanakan observasi Tahsin (memperbaiki bacaan) dulu untuk melanjutkan ke tingkat menghafal,” tutur lulusan program menghafal Al-Quran di Lembaga Tahsin-Tahfizh Al-Utsmani, Condet, Jakarta Timur itu.

Ihsanuddin pun menyatakan program Tahfidz telah menghasilkan para santri yang berprestasi, di antaranya juara tahfidz tingkat Provinsi pada 2013 dan tahfidz hafalan 5 Juz se-DKI Jakarta pada 2014.

Sekolah berasrama itu merupakan sekolah berbayar, namun ada beberapa siswa yang tidak dipungut biaya. “Mereka yang tidak mampu membayar akan dicarikan orang tua asuh untuk memenuhi biaya pendidikannya,” kata Ihsanuddin.

Selain Tahfidz, kegiatan memanah dan berenang merupakan beberapa ekstrakurikuler SMPIT & SMAIT Insan Mandiri Cibubur yang bertujuan memperkenalkan olahraga yang dianjurkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Aalaihi Wasallam.

“Untuk memanah, Tim Panahan SMA IT Insan Mandiri menjadi Juara 1 Lomba Panahan Tingkat DKI Jakarta Tahun 2013 pada Sirkuit 3 Wulan yang diselenggarakan oleh Dinas Olahraga dan Pemuda (DISORDA) DKI Jakarta dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ),” kata Ihsanuddin.

Dalam kemampuan berbahasa asing, Insan Mandiri memperkaya peserta didik dengan bahasa Arab dan bahasa Inggris di lingkungan sekolah.

English Camp, program yang dilaksanakan selama sebulan di Pare Kediri Jawa Timur itu menjadi program tahunan para siswa Insan Mandiri Cibubur. Program itu bertujuan melatih bahasa inggris aktif para siswa dengan didukung oleh lingkungan serta program-program dari panitia selaku tuan rumah.

Metode Multiple Intelligences

Program Tahfidz siswa SMP IT-SMA IT Insan Mandiri Cibubur di gelar di Masjid Silaturahim.(Foto: IM)
Program Tahfidz siswa SMP IT-SMA IT Insan Mandiri Cibubur di gelar di Masjid Silaturahim.(Foto: IM)

Cecep Kurnia Sogos, Kepala Manajemen Pendidikan Sekolah Islam Terpadu Insan Mandiri menjelaskan  sistem pembelajaran yang digunakan SMP IT-SMA IT Insan Mandiri Cibubur mengintegrasikan Kurikulum Nasional dengan pendekatan pembelajaran Multiple Intelligences (kecerdasan majemuk) yang berorientasi pada pengembangan multidimensi kecerdasan dan karakter murid.

“Insan Mandiri menampilkan pendidikan modern yang berbasis keimanan dan ketaqwaan, sehingga diharapkan peserta didik menjadi cendikiawan muslim sejati yang berakhlak mulia,” kata Cecep yang pernah menjadi Kepala Direktorat Dikdasmen Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al-Azhar itu.

Pria yang juga pernah menjadi Kepala Direktorat Pengawasan YPI Al-Azhar hingga akhir 2013 itu menjelaskan, berdasarkan teori multiple intelligences pendidik dapat menumbuh kembangkan prestasi siswa secara menyeluruh. Berarti bukan hanya beberapa kecerdasan saja melainkan seluruh potensi kecerdasan dari masing-masing siswa.

Konsep multiple intelligences yang menitikberatkan pada ranah keunikan selalu menemukan kelebihan setiap anak, lebih jauh lagi konsep ini percaya bahwa tidak ada yang bodoh sebab setiap anak pasti memiliki minimal satu kelebihan.

Apabila kelebihan tersebut dapat terdeteksi sejak awal, otomatis kelebihan itu adalah potensi kepandaian sang anak yang dapat dijadikan dasar untuk melejitkan kecerdasan yang ada pada anak tersebut.

Kegiatan penunjang kurikulum dilaksanakan para santri seperti sholat wajib lima waktu berjamaah di Masjid Silaturahim,sholat dhuha, sholat tahajud, puasa Senin Kamis dan puasa sunnah lainnya, Dzikir pagi dan sore, malam bina iman dan taqwa, serta pendalaman Islam dengan mengkaji hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, di antaranya Hadits Arba’in An-Nawawi.

Sejarah

Ichsan Thalib, Ketua Umum Yayasan Pendidikan Silaturahim Jatikarya (YPSJ), mengatakan, Sekolah Islam Terpadu Insan Mandiri Cibubur tersebut adalah kelanjutan dari SDIT INSAN MANDIRI yang berada di wilayah Pasar Minggu, yang telah didirikan lebih dari 10 tahun lalu dan sekarang mendapat Akreditasi terbaik kedua se-DKI Jakarta berdasarkan hasil keputusan Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN SM.) Nomor 268/BAP-S/M/DKI2014.

Dia menjelaskan, Sekolah Islam Terpadu Insan Mandiri bagian dari YPSJ sudah membuka SMPIT Insan Mandiri dan TP. 2014/2015 sebagai angkatan kedua, sedangkan untuk SMAIT Insan Mandiri TP. 2014/2015 telah memasuki angkatan ketiga.

“Sekolah ini merupakan boarding school yang semua muridnya adalah laki- laki,” ujar Ichsan.

Salah satu pengurus Pimpinan Pusat Alirsyad Alislamiyyah bidang ekonomi itu mengatakan, saat ini, Insan Mandiri didukung sekitar 50 orang dari tenaga pengajar dan pendukung program pendidikan lainnya.(L/R05/R03)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0