Ibukota Taiwan Ingin Tambah Rumah Sakit Halal

(Istimewa)

Taipe, MINA – Kota Taipe bekerja sama dengan Hotel Adventist Taiwan ingin meningkatkan jumlah rumah sakit halal, dalam rangka menjadikan ibu kota Taiwan tersebut sebagai kota ramah muslim.

Menurut Kepala Departemen Kesehatan Taiwan, Chu Yu-chiu, seperti dilaporkan Taipei Times, Selasa (16/4), Hotel Adventist Taiwan adalah hotel pertama di Kota Taipe yang sudah mendapatkan sertifikat halal dan ramah muslim.

Chu juga mengatakan, Hotel Adventist juga merupakan salah satu dari 17 rumah sakit di Taipe yang turut serta dalam rencana Kementerian Kesehatan Taiwan menghadirkan pelayanan medis bertaraf internasional.

Tahun lalu, Indeks Pariwisata Muslim Global (Global Muslim Travel Index/GMTI) menempatkan Taiwan di urutan kelima dalam daftar negara ramah-Muslim yang bukan anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). GMTI merupakan konsultan yang berbasis di Singapura.

Merujuk pada data Departemen Informasi dan Pariwisata Taipe, lebih dari 90 persen wisatawan di Taiwan dalam empat tahun terakhir berasal dari mancanegara. Antara 2014 dan 2018, sekitar delapan ribu orang wisatawan asing datang ke Taiwan dari negara-negara mayoritas Muslim.

Seperti, Malaysia, Indonesia, Bangladesh, dan kawasan Timur Tengah. Mereka bukan pelancong biasa karena mencari perawatan medis di Taipe. Mayoritasnya adalah Muslim.

Menurut Komisaris Kesehatan Taipe, Huang Shier-chieg, melansir data dari Pusat Halal Taiwan di Dewan Pengembangan Perdagangan Eksternal Taiwan. Ada sekitar 300 ribu Muslim yang tinggal di Taiwan.

Ia mengatakan, pelayanan kesehatan harus menjangkau semua orang, dengan tidak melihat kewarganegaraan, suku, dan agama dengan menciptakan lingkungan yang ramah Muslim di kota tersebut. (T/L/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)