Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Takut Ditangkap, Netanyahu Akan Hindari Singgah di Eropa Saat ke AS

sri astuti Editor : Rudi Hendrik - Kamis, 11 Juli 2024 - 12:05 WIB

Kamis, 11 Juli 2024 - 12:05 WIB

21 Views

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Foto: dok. AA)

Tel Aviv, MINA – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mempertimbangkan untuk menghindari rute persinggahan di Eropa dalam perjalanannya ke Amerika Serikat (AS) karena kekhawatiran Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) siap mengeluarkan surat perintah penangkapannya atas kejahatan tentara Israel di Gaza.

Netanyahu dijadwalkan melakukan perjalanan ke AS dan menyampaikan pidato di depan Kongres AS pada 24 Juli. Ia juga diperkirakan akan bertemu dengan Presiden AS Joe Biden di Gedung Putih. Anadolu Agency melaporkan.

Pada tanggal 20 Mei, Jaksa ICC Karim Khan, meminta surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan Menteri Pertahanan, Yoav Gallant, atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Jalur Gaza. Khan juga meminta surat perintah penangkapan terhadap tiga pemimpin utama kelompok Hamas termasuk ketuanya, Ismail Haniyeh.

Lembaga penyiaran publik Israel, KAN, mengatakan, kantor Netanyahu sedang meninjau masalah pemberhentian di Eropa dalam perjalanannya ke Washington karena pesawatnya, yang dikenal bernama Wing of Zion, tidak dapat melakukan penerbangan transatlantik sambil membawa penumpang penuh.

Baca Juga: Militer Israel Mulai Rekrut Siswa Seminari Ultra-Ortodoks

Kantornya meninjau pilihan untuk singgah di Republik Ceko atau Hongaria, karena kedua negara ini dianggap sebagai teman Israel, dan menyebut permintaan penangkapan ICC “tidak dapat diterima”, menurut KAN.

Namun, disebutkan bahwa kantor Netanyahu pada akhirnya memutuskan melakukan penerbangan langsung ke Washington, dengan jumlah penumpang terbatas.

Meskipun AS bukan anggota ICC, menerima Netanyahu meskipun ada surat perintah penangkapan internasional dapat menimbulkan kritik.

Israel juga bukan anggota Mahkamah, sedangkan Palestina diterima menjadi anggota pada tahun 2015.

Baca Juga: Pelabuhan Eilat Israel Bangkrut Akibat Blokade Yaman di Laut Merah

ICC yang didirikan pada tahun 2002 adalah badan internasional independen yang tidak berafiliasi dengan PBB atau lembaga internasional lainnya, dan keputusannya mengikat.

Mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera, Israel menghadapi kecaman internasional di tengah serangan brutal yang terus berlanjut di Gaza sejak serangan pada 7 Oktober 2023.

Hampir 38.200 warga Palestina telah terbunuh, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan lebih dari 87.900 lainnya terluka, menurut otoritas kesehatan setempat.

Sembilan bulan setelah perang Israel, sebagian besar wilayah Gaza hancur akibat blokade makanan, air bersih, dan obat-obatan yang melumpuhkan. []

Baca Juga: Lima Sekolah PBB di Gaza Diserang Israel dalam 10 Hari

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Israel Masih Cegah Masuknya BBM ke Gaza

Rekomendasi untuk Anda

Palestina
Palestina
Palestina