Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Taliban Perintahkan Wanita Afghanistan Tutupi Wajah di Tempat Publik

Rudi Hendrik - Ahad, 8 Mei 2022 - 02:48 WIB

Ahad, 8 Mei 2022 - 02:48 WIB

45 Views

Kabul, MINA – Pemimpin tertinggi Afghanistan telah memerintahkan wanita negara itu untuk menutupi wajah mereka di depan umum (tempat publik).

Itu adalah salah satu pembatasan paling keras yang dikenakan pada wanita sejak Taliban merebut kekuasaan tahun lalu.

“Mereka harus mengenakan chadori (burka dari kepala hingga ujung kaki) karena itu tradisional dan penuh hormat,” kata sebuah dekrit yang dikeluarkan oleh kepala Taliban Haibatullah Akhunzada yang dirilis oleh pihak berwenang pada sebuah acara di Kabul pada Sabtu (7/5), Al Jazeera melaporkan.

Seorang juru bicara Kementerian Penyebaran Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan membacakan dekrit dari Akhunzada pada konferensi media, mengatakan bahwa ayah seorang wanita atau kerabat laki-laki terdekat akan dikunjungi dan akhirnya dipenjara atau dipecat dari pekerjaan pemerintah jika si wanita tidak menutup wajahnya di luar rumah.

Baca Juga: Arab Saudi dan Iran Adakan Pembicaraan setelah Teheran Isyaratkan Senjata Nuklir

Juru bicara itu menambahkan, penutup wajah yang ideal adalah burqa. Sebagian besar wanita di Afghanistan mengenakan jilbab. Namun, banyak di daerah perkotaan, seperti Kabul, tidak menutupi wajah mereka.

Sejak mengambil alih Afghanistan, Taliban telah menerapkan kembali pembatasan keras pada kebebasan dan gerakan, terutama yang ditujukan pada wanita yang mengingatkan pada aturan terakhir mereka pada 1990-an.

Selama beberapa bulan terakhir, para pemimpin Taliban, khususnya dari Kementerian Penyebaran Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan, telah mengumumkan banyak pembatasan baru, bahkan ketika kritik dan tekanan internasional meningkat terhadap mereka. (T/RI-1/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Myanmar Identifikasi 180.000 Warga Rohingya di Bangladesh Layak Dipulangkan

Rekomendasi untuk Anda