TANAMKAN SEJARAH AL-AQSHA, PONPES AL-FATAH GELAR NOBAR FILM PALESTINA

Suasana nonton bareng santri ponpes Al-Fatah, Sabtu, (3/10) malam. Photo : Hadis/MINA
Suasana nonton bareng santri ponpes Al-Fatah, Sabtu, (3/10) malam. Photo : Hadis/MINA

Lampung Selatan, 19 Dzulhijjah 1436/03 Oktober 2015 (MINA) – Tanamkan sejarah tentang Al-Aqsha, Pondok Pesantren Shuffah Hizbullah dan Madrasah Al-Fatah Muhajirun, Negararatu, Natar, Lampung Selatan mengadakan nonton bareng (nobar) film Palestina di aula pesantren, Sabtu malam (3/10).

Muthoharoh, pengurus Majelis Pengasuhan Santri (MPS) Muslimat Al-Fatah saat ditemui Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di sela acara mengatakan, program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang sejarah Al-Aqsha dan Palestina.

“Selain itu, dengan mengetahui kondisi Palestina akan mendidik mental santri untuk peduli terhadap saudaranya yang lain, sehingga timbul ruhul jihad untuk saling menjaga satu sama lain, “ ujarnya ,sebagaimana dilaporkan kontributor MINA, Etha Rahmah.

Menurutnya, dengan adanya kegiatan ini diharapkan menambah pengetahuan dan wawasan santri tentang dunia global.

Hadir sebagai pemateri pada acara tersebut Sekretaris Jendral Lembaga Kepalestinaan Aqsha Working Group (AWG), Abu Ghazy dan Nurhadis dari Kantor Berita Islam Mi’raj Biro Sumatera.

Nurhadis dari Kantor Berita Mi’raj dalam pengantar pemutaran film berpesan agar para santri lebih giat belajar sejarah Islam.

“Mulai sekarang kita harus lebih banyak belajar sejarah, jangan sampai kita tidak tahu sejarah kita sendiri, disebabkan terlalu banyak menonton film atau sinetron yang justru merusak moral umat Islam, “ ujarnya.

Lebih lanjut dia menyatakan Kantor Berita Islam MINA siap untuk memberikan edukasi tentang Palestina bagi para santri untuk dijadikan program rutin.

Sementara Abu Ghazy dari AWG dalam penyampaiannya sebagai pengantar sebelum pemutaran film mengajak para santri untuk lebih giat beribadah sebagai wujud syukur atas nikmat yang Allah berikan.

“Kita bisa berjalan ke masjid dengan tanpa penghalang, tidak ada tentara yang mencegah kita, tidak sebagaimana saudara kita di Palestina, saat hendak shalat ke masjid saja dilarang oleh Zionis Yahudi, maka patut disyukuri seharusnya kita bisa lebih giat beribadah kepada Allah, “ ujarnya.

Seorang santri terlihat matanya berkaca-kaca  menyaksikan film dokumenter Palestina di ponpes Al-Fatah Lampung, Sabtu, (3/10) malam. Photo : Hadis/MINA
Seorang santri terlihat matanya berkaca-kaca menyaksikan film dokumenter Palestina di ponpes Al-Fatah Lampung, Sabtu, (3/10) malam. Photo : Hadis/MINA

Terdapat beberapa film dokumenter  yang diputar pada acara tersebut yang menggambarkan kebiadaban Zionis membombardir warga Palestina.

Selain itu ditampilkan juga film buatan Yahudi yang menggambarkan bagaimana mereka menyiapkan anak-anaknya sebagai generasi penerus untuk siap membangun Kuil Sulaiman yang mereka klaim dengan terlebih dahulu merobuohkan Masjid Al-Aqsha.

Al-Fatah termasuk pondok pesantren yang giat berdakwah di bidang kepalestinaan bekerjasama dengan AWG dan kantor Berita Islam MINA serta LSM lain.

Tercatat beberapa program khusus dilaksanakan bekerjasama dengan Palestina di ponpes ini, di antaranya Diklat Hafalan Al-Qur’an yang langsung mendatangkan guru dari Palestina.

Banyak juga kunjungan-kunjungan tokoh Palestina ke pesantren di perkampungan Islam Muhajirun itu, termasuk Imaam Masjid Al-Aqsha, Syaikh Aly Al-Abbasy beberapa tahun lalu.

Menurut Informasi yang didapat MINA dari Ketua AWG, Rustam Effendy menyatakan, rencananya Syaikh Aly akan kembali hadir ke Lampung dalam pekan ini, namun menunggu konfirmasi lebih lanjut.(L/eth/K08/P4)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0