Tanggapi Ancaman Netanyahu, Abu Ubaida: Tentara Israel Berjatuhan Seperti Belalang

Tentara sayap militer Has, Brigadir Izzudin Al-Qasam (Foto: Istimewa)

, MINA – Brigade Al-Qassam, sayap militer gerakan Hamas, menanggapi ancaman Benjamin Netanyahu pemimpin , yang akan meratakan Jalur Gaza, pada Sabtu (7/10) malam.

Juru bicara Al-Qassam Abu Ubaida menegaskan, bahwa mengancam Gaza dan rakyatnya adalah permainan yang kalah dan sebuah rekor yang rusak.

“Dengan tentara yang mengancam kita dengan apa yang jatuh di depan kita seperti belalang dan mereka melarikan diri dalam jumlah ratusan, mereka meninggalkan senjata dan tank di depan para pejuang kita,” katanya, seperti dikutip Quds Press. 

Abu Ubaida menambahkan, bahwa entitas tersebut menghadapi krisis yang mendalam setelah menyaksikan kepahlawanan para pejuang.

Ia menekankan dalam pembicaraannya dengan Saluran Satelit Al-Aqsa, jumlah tahanan Israel jauh lebih besar daripada yang diumumkan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dan mereka ada di semua wilayah di Jalur Gaza.

Abu Ubaida mengirim pesan kepada para pemimpin pendudukan dengan mengatakan, hal yang sama akan terjadi pada para tahanan Israel seperti yang terjadi pada masyarakat Jalur Gaza, dan waspadalah terhadap kesalahan perhitungan.

Juru bicara Al-Qassam ini juga menegaskan, perlawanan akan terus berlanjut dalam Aqsa Flood melawan musuh Zionis dan kebijakan fasisnya, dan rakyat kami di semua arena akan membingungkan pendudukan dan para pendukungnya.

Pada Sabtu (7/10), Kepala Staf Brigade Al-Qassam, sayap bersenjata gerakan Hamas, Muhammad Deif, mengumumkan peluncuran Operasi Aqsa Flood, setelah ratusan roket diluncurkan dari Gaza menuju wilayah pendudukan Palestina.

Juru bicara tentara pendudukan mengakui bahwa terdapat ratusan korban tewas dan luka-luka di kalangan tentara pendudukan dan pemukim, selain penangkapan sejumlah tentara, yang jumlahnya tidak disebutkan. (T/B04/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)