Tasikmalaya, MINA – Pembina Yayasan Shuffah Hizbullah Al Fatah Tasikmalaya yang membina Pondok Pesantren Shuffah Al Jamaah Tasikmalaya, Drs. Eko Siswanto, menegaskan bahwa dunia pendidikan saat ini tengah menghadapi tantangan besar akibat pesatnya perkembangan media dan teknologi yang turut memengaruhi pembentukan karakter generasi muda.
Pernyataan itu ia sampaikan dalam acara Kajian Wali Santri, Silaturahmi, dan Halal Bihalal Ponpes Shuffah Al Jamaah Tasikmalaya yang berlangsung di Masjid Shuffah Al Jamaah, Tasikmalaya, Sabtu (11/4/2026).
Dalam sambutannya, ia menggarisbawahi pentingnya kesadaran bersama terhadap lima tanggung jawab pendidikan, termasuk peran media dan teknologi yang kini semakin besar dalam proses pembinaan anak.
Menurutnya, media dan teknologi tidak lagi sekadar alat bantu, tetapi juga memiliki andil dalam pendidikan. Karena itu, perkembangannya perlu disikapi secara serius agar tidak menjauhkan generasi muda dari nilai-nilai luhur dan adab.
Baca Juga: ASN Peserta Komcad Bakal Dibekali Pengetahuan Dasar Senjata dan Latihan Menembak
Ia juga mengapresiasi hadirnya aturan terbaru dari pemerintah yang dinilai dapat membantu membatasi dampak negatif media dan teknologi, khususnya bagi pelajar dan kalangan muda.
Pada kesempatan tersebut, Drs. Eko turut menyampaikan apresiasinya terhadap berbagai program pendidikan dan pengabdian yang dijalankan pesantren. Ia menilai program siswa kelas 11, yakni Shuffah Muharik Sholihin (SMS), yang dilaksanakan selama Ramadhan 1447 H telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, masyarakat sangat merasakan manfaat program tersebut, bahkan ada yang terharu dan berharap kegiatan itu dapat terus dilanjutkan pada masa mendatang.
Ia menambahkan, kualitas pengabdian para siswa dinilai sangat baik. Dalam beberapa hal, manfaatnya bahkan dirasakan lebih kuat dibandingkan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilakukan mahasiswa.
Baca Juga: Kemhan Lepas 2.019 ASN Ikuti Pelatihan Komcad di Enam Lemdik Militer
Selain itu, ia juga mengungkapkan rasa syukur atas capaian para santri di bidang pendidikan. Pada tahun ini, 11 orang santri dinyatakan lolos dalam SNBP ke Universitas Negeri.
Ia menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa proses pembinaan di lingkungan Ponpes Shuffah Al Jamaah terus membuahkan hasil yang membesarkan hati, baik dalam sisi akademik maupun pengabdian sosial di tengah masyarakat.
Kegiatan kajian wali santri dan halal bihalal tersebut juga menjadi ajang untuk mempererat sinergi antara pesantren, wali santri, dan masyarakat dalam memperkokoh pendidikan yang berpijak pada nilai-nilai keislaman, akhlak, serta kepedulian sosial. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Hujan Deras dan Angin Kencang Picu Pohon Tumbang, Tol Jagorawi Alami Kemacetan
















Mina Indonesia
Mina Arabic