Tausiyah Kemerdekaan (Wakil Presiden Prof. KH. Ma’ruf Amin)

Oleh: Wakil Presiden Prof. KH. Ma’ruf Amin

Kewajiban kita adalah menjaga bangsa ini tetap utuh. Tetap bercahaya. Ketika kita sudah berada dalam cahaya kemerdekaan. Ketika Allah memberi sinar di sekitar kita, jangan sampai Allah kemudian mencabut, menghilangkan cahaya, dan meninggalkan kita dalam kegelapan.

Karena apa? Karena kita saling berselisih, saling membenci, dan saling bermusuhan. Kalau itu terjadi, pasti cahaya terang yang kita dapatkan berupa  kemerdekaan ini akan kembali gelap.

Nikmat kemerdekaan ini ada kaitannya dengan perjuangan. Allah akan memberikan, apabila kita ada usaha, ada kerja, ada kasab. Allah tidak akan mengubah suatu bangsa melainkan bangsa itu berusaha mengubahnya.

Ketika ada usaha, ada ikhtiar untuk keluar dari penjajahan, melakukan perjuangan, Allah memberikan inayah-Nya, pertolongannya, menjadi bangsa merdeka.

Karena itu, kita wajib berterima kasih kepada para pejuang bangsa. Rasulullah mengatakan, siapa yang tidak berterima kasih kepada manusia, dia juga tidak berterima kasih kepada Allah.

Hamzah Washal

Kita bersyukur, Allah memberikan kita banyak sumber daya alam yang tidak dimiliki negara lain. Kita memiliki produk pertanian, perkebunan, kelautan, dan tambang yang tidak dimiliki negara lain.Hanya memang, kita harus mengolahnya.

Karena itu, yang kita butuh, menurut istilah saya, “hamzah washal”. Huruf hamzah yang menghubungkan satu kalimat dengan kalimat lain, sehingga menjadi untaian yang indah.

Hamzah washal ini adalah para pengusaha, off taker yang bisa mengolah, menghilirisasi produk-produk pertanian, perkebunan, kelautan, sehingga bisa dipasarkan.

Dulu kita punya rempah-rempah yang tidak ada di negara lain. Akhirnya, orang Eropa datang ke sini mencari rempah-rempah, bahkan menjajah kita sampai ratusan tahun. (A/R4/RS2)

Mi’raj News Agency (MINA)