Tekan Kenakalan Remaja, DKI Jakarta Geber Program Magrib Mengaji

Jakarta, MINA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memerintahkan lurah-lurah di seluruh Jakarta untuk menggeber program salat subuh berjamaah dan magrib mengaji. Program tersebut juga ditujukan untuk menekan kenakalan remaja seperti tawuran atau konsumsi narkoba.

Wali Kota Jakarta Selatan Marullah mengatakan program tersebut mulai direalisasikan tahun ini. Targetnya menjadikan masjid sebagai safe house atau tempat aman bagi remaja agar tidak terjerumus dalam kenakalan.

“Sekarang ini banyak sekali, terutama anak-anak muda melakukan tawuran dan narkoba,” kata Marullah seperti dikutip Tempo, Jumat (11/1).

Marullah menjelaskan program subuh berjamaah dan magrib mengaji juga ditujukan untuk menciptakan kerukunan di antara masyarakat. Program ini akan direalisasikan di semua kelurahan di Jakarta, terutama yang rawan kerusuhan serta kejahatan seperti narkoba.

Di Jakarta Selatan, Pemerintah DKI telah menganggarkan sekitar Rp 1,43 miliar untuk pembiayaan program tersebut di seluruh masjid di 65 kelurahan. Setiap kali kegiatan anggarannya Rp 500 ribu. Setiap masjid mendapat jatah melaksanakan 4 kali kegiatan dalam sebulan, hingga 11 bulan ke depan.

Menurut Marullah, sejumlah kelurahan di wilayahnya telah memulai aktivitas program subuh berjamaah dan magrib mengaji sejak pekan pertama di awal tahun. Ada beberapa sudah memulai dari pekan lalu. (T/R06/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)