Tekan Lonjakan Covid-19, Imaam Yakhsyallah Tekankan Perpaduan Usaha Medis dan Rohani

Cileungsi, Kabupaten Bogor, MINA – Berkenaan dengan meningkatnya kasus Covid-19 di berbagai wilayah Indonesia, terutama di kota-kota besar di Jawa, Imaamul Muslimin Yakhsyallah Mansur menekankan untuk melakukan usaha medis dan rohani dalam upaya pencegahan dan penanganannya.

“Semoga umat Islam dan bangsa Indonesia senantiasa berada dalam lindungan serta rahmat dan ridha Allah Subhanahu wa Taala, Di tengah meningkatnya kasus Covid-19 akhir-akhir ini, marilah kita terus dekatkan diri kepada Allah, serta melakukan usaha medis dan rohani.” tulis Imaam Yakhsyallah, dalam surat imbauan kepada segenap umat Islam, Sabtu (19/6).

Imaam Yakhsyallah menegaskan, kesehatan psikologis pasien, tenaga medis maupun masyarakat umum itu bisa dicapai dengan pendekatan rohani (keagamaan).

Islam sebagai agama yang paripurna, tentunya telah memberikan panduan lengkap, bagaimana sikap dan tindakan yang harus dilakukan apabila berada di tengah-tengah pandemi yang sedang merebak. Panduan itu bisa kita temukan dalam kitab suci Al-Quran dan Sunnah-sunnah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa salam. Panduan itu diantaranya: Ketaatan kepada Pemimpin dengan mematuhi protokol kesehatan secara ketat dan mengikuti ajaran agama.

Adapun ajaran-ajaran  Islam sebagaimana terdapat dalam Al-Quran dan sunnah Rasulullah Shallallahu alaihi wa salam untuk menangkal mewabahnya penyakit adalah: Membaca Al-Quran, menjaga wudhu, shalat malam, bersedekah dan selalu bersikap optimis.

Kebiasaan rutin membaca Al-Quran setiap hari tak hanya mendatangkan pahala yang berlimpah. Namun mampu memberikan implikasi besar bagi kesehatan tubuh. Manfaat membaca Al-Quran bagi kesehatan, salah satunya dibuktikan oleh sebuah penelitian yang dilakukan di Klinik Besar Florida, Amerika Serikat. Dr. Ahmed Al-Qadhi menyatakan, membaca atau memperdengarkan lantunan ayat suci Al-Quran saja sudah dapat memberikan perubahan fisiologis yang besar bagi tubuh manusia.

Ia mengatakan, di antara manfaat langsungnya adalah: meredakan stress dan rasa cemas, menstabilkan tekanan darah dan denyut jantung, meningkatkan daya ingat dan konsentrasi, dan membantu menghancurkan sel-sel kanker.

Manfaat wudhu bagi kesehatan sudah banyak dibuktikan oleh para pakar kesehatan dunia. Salah satunya adalah Prof Leopold Werner von Ehrenfels, seorang psikiater sekaligus neurolog berkebangsaan Austria, Eropa tengah.

Menurut Prof Ehrenfels, wudhu dapat merangsang kinerja pusat syaraf dalam tubuh manusia. Karena sentuhan langsung air wudhu dan titik-titik syaraf, maka secara otomatis kondisi tubuh senantiasa akan sehat. Dari penelitian itulah, ia akhirnya memeluk Islam dan mengganti namanya menjadi Baron Omar Rolf Ehrenfels.

Penelitian medis lainnya tentang shalat malam (tahajud) juga bisa ditemukan dalam buku berjudul “Terapi Shalat Tahajud yang ditulis oleh Guru Besar UIN Sunan Ampel, Prof.Dr. Moh. Sholeh. Berangkat dari karyanya itu, Prof. Sholeh mendirikan Rumah Sehat yang sudah mendapat sertifikasi dari Kementerian Kesehatan RI. Rumah Sehat itu memberi layanan kesehatan bagi para pasien dengan berprinsip membangun motivasi dan kepercayaan diri bahwa mereka bisa mencapai kesehatan dengan mengikuti terapi berkelanjutan yang berbasis ibadah kepada Allah.

Optimis adalah sikap mental yang ditandai dengan harapan dan keyakinan dalam menghadapi setiap masalah dalam kehidupan. Mereka yang bersikap optimis cenderung yakin bahwa hal-hal baik akan terjadi. Berpikir positif juga menjadi kunci sukses mengelola stres. Optimisme akan membuat seseorang menghadapi situasi apapun dengan cara positif dan produktif.

Para ilmuwan telah membuat kesimpulan atas riset selama puluhan tahun tentang manfaat berpikir positif dan optimisme bagi kesehatan. Hasil riset menunjukkan bahwa seorang optimis lebih sehat dan lebih panjang umur dibanding orang yang pesimis. (R/R8/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)