Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

TEL AVIV GAGAL BUJUK MASYARAKAT INTERNASIONAL BOIKOT REKONSILIASI PALESTINA

Widi Kusnadi - Selasa, 20 Mei 2014 - 18:15 WIB

Selasa, 20 Mei 2014 - 18:15 WIB

574 Views

MEMO

Tel Aviv, 22 Rajab 1435/21 May 2014 (MINA) – Pemerintah Israel saat ini tengah menghadapi krisis diplomatik setelah gagal meyakinkan dunia untuk memboikot pemerintah rekonsiliasi Palestina bersatu antara Hamas dan Fatah.

Stasiun radio Israel, Reshet Bet melaporkan Israel juga telah gagal meyakinkan masyarakat internasional untuk menekan Hamas dalam kancah perpolitikan dunia. Bahkan gerakan perjuangan rakyat Palestina di Gaza itu semakin mendapat simpati dari berbagai Negara di Eropa dan Amerika.

Beberapa pengamat politik Israel yang berbicara di radio itu mengatakan, kalangan pejabat tingkat tinggi Tel Aviv percaya bahwa pemerintah Palestina bersatu akan terbentuk dalam beberapa hari mendatang dan akan diakui oleh Kuartet Internasional.

Pemerintah Israel juga memutuskan, jika sampai terjadi persatuan pemerintahan Hamas-Fatah, semua kantor pemerintah Israel di Al Quds (Yerusalem) akan pindah ke Tel Aviv, setidaknya sampai 2018 mendatang.

Baca Juga: Komandan Deif dan Pemimpin Perlawanan Hancurkan Mitos “Israel Tak Terkalahkan”

Namun, Walikota Israel di Al Quds Nir Barkat menyerukan kepada para petinggi Israel untuk mempertimbangkan kembali keputusan perpindahan itu. Ia mengatakan hal itu adalah penghinaan serius terhadap dirinya sebagai walikota.

Nir Barkat menyatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan perekrutan tenaga baru untuk mengisi beberapa pos di pemerintahan yang ia pimpin. “Isu perpindahan itu jelas mengganggu konsentrasi kami dalam menyelenggarakan pemerintahan di Al Quds,” katanya.

Masyarakat internasional tidak mengakui pendudukan Israel di Al Quds Timur yang berlangsung sejak 1967. Zionis Israel mencaplok bagian timur kota suci itu. Bahkan sekutu kunci Israel, AS, juga tidak mengakui Al Quds sebagai ibukota Israel dan menolak memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Surat kabar Israel Ha’aretz melaporkan, pemusatan pemerintahan di Al Quds merupakan langkah destruktif pemerintahan Netanyahu. Hal itu akan semakin membuka jalan bagi masyarakat internasional untuk terus mengecam negaranya. (T/P04/R2)

Baca Juga: Hamas Akan Bebaskan Tiga Sandera dengan Imbalan 183 Tahanan Palestina

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

 

 

Baca Juga: Satu Tentara Israel Tewas, Lima Lainnya Luka-Luka di Jenin

Rekomendasi untuk Anda