Tentara Israel Tembak Pemuda Palestina yang Matanya Ditutup

Pemuda Palestina bernama Osama Al-Badn mencoba kabur dari tentara Israel dalam kondisi mata tertutup dan tangan diborgol di Tepi Barat, Kamis, 18 April 2019. (Foto: Mohammad Hmeid)

Tepi Barat, MINA – Tentara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) pekan lalu menembak dan secara serius melukai seorang remaja Palestina yang ditutup matanya dan diborgol, ketika ia berusaha melarikan diri dari penangkapan di wilayah tengah Tepi Barat.

Laporan di media Palestina mengatakan, Osama Al-Badn yang berusia 16 tahun ditahan selama bentrokan dengan pasukan keamanan Israel di kota Tuqu, di luar permukiman Tekoa, selatan Betlehem, Kamis (18/4), demikian Times of Israel melaporkan, Senin (22/4).

Saksi mata mengatakan, tak lama setelah Badn ditangkap, ia berlari lalu tentara menembaknya dari belakang untuk menghentikan pelariannya.

Namun Badn mengatakan pada Senin, dia sedang berjalan pulang dari pemakaman di desa ketika dia ditangkap. Dia mengatakan, tentara mengikatnya dan berteriak kepadanya dalam bahasa Ibrani dan Arab.

Sebagian dari insiden itu difilmkan oleh warga Palestina yang mengatakan kepada media berbahasa Ibrani, tentara pada awalnya mencegah orang-orang yang ada di dekatnya untuk mengevakuasi Badn ke rumah sakit.

“Ada bentrokan yang terjadi pada saat itu, dan (pasukan) menangkapnya dan menahannya selama sekitar 15 menit,” kata Muhammad Hajaza kepada Channel 12.

Cuplikan dari insiden yang difilmkan oleh Musa Hamid menunjukkan, para tentara mengarahkan senapan sniper ke sekelompok warga yang berkerumun di sekitar remaja yang terluka.

Dalam klip itu, seorang perwira terlihat memberikan pertolongan pertama kepada remaja itu bersama seorang wanita Palestina, sementara seorang prajurit lain mengarahkan senjatanya kepada para warga Palestina di sekitar, memperingatkan mereka untuk menjauh atau “Anda akan ditembak.”

Pasukan Israel akhirnya mundur dan memungkinkan warga Palestina membawa Badn pergi.

Badn dibawa ke rumah sakit di Betlehem. Dokter mengatakan kepada kantor berita Wafa, Badn dalam kondisi serius tetapi diperkirakan akan pulih. (T/RI-1/R01)

 

Mi’raj News Agency (MINA)