Tentara Penjajah Israel Telah Membunuh 3.847 Warga Palestina Sejak Keputusan ICJ

Kerabat mereka yang tewas dalam serangan Israel berduka ketika warga Palestina, yang kehilangan nyawa mereka termasuk anak-anak, dibawa ke kamar mayat Rumah Sakit Martir Al-Aqsa sementara jumlah orang yang kehilangan nyawa meningkat akibat pemboman terus menerus dan intens oleh tentara Israel di Jalur Gaza. di Deir al-Balah, Gaza pada 23 Februari 2024. (Photo: Ashraf Amra/Anadolu Agency)

Jenewa, MINA – Euro-Med Human Rights Monitor, sebuah organisasi independen yang berbasis di Jenewa, mengkonfirmasi bahwa mereka telah mengamati enam indikator utama bahwa melanjutkan kejahatan genosida di Jalur sejak keputusan yang dikeluarkan oleh Mahkamah Internasional ().

Dikutip dari MEMO, Sabtu (24/2) indikator-indikator itu mencakup berlanjutnya pembunuhan massal terhadap warga sipil di Jalur Gaza, dengan sengaja menimbulkan kerugian fisik dan psikologis yang parah, termasuk perusakan rumah, sarana dan prasarana.

Ia menambahkan bahwa indikator-indikatornya juga mencakup kelaparan, menghalangi masuknya bantuan kemanusiaan, mencegah kelahiran anak, dan hasutan untuk meningkatkan genosida.

Organisasi tersebut mengumumkan bahwa mereka mendokumentasikan pembunuhan lebih dari 3.847 warga oleh tentara pendudukan Israel, termasuk 1.306 anak-anak dan 807 wanita, selain melukai sekitar 5.119 orang sejak ICJ mengeluarkan keputusannya.

Euro-Med Human Rights Monitor menyatakan: “Israel terus melanggar hukum internasional dengan melakukan kejahatan genosida sebagai bagian dari pelanggaran berat, kejahatan perang, dan kejahatan terhadap kemanusiaan.” (T/B03/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)