Terdampak Gempa, Layanan Kanwil Kemenag Sulbar Tetap Berjalan dari Tenda

Jakarta, MINA – Gempa yang mengguncang Majene Provinsi Sulawesi Barat berkekuatan 6,2 SR pada 15 Januari lalu mengakibatkan kerusakan fasilitas umum, perkantoran dan pemukiman warga khususnya di Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene.

Tim Survei Subdit Mutu Sarana dan Informatika Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Hamim mengungkapkan, meski sejumlah bangunan pelayanan termasuk KUA itu mengalami kerusakan, tetapi para petugas tetap menjalankan kegiatannya dari dalam tenda pengungsian.

“Dari dalam tenda, mereka tetap melayani masyarakat, karena ada juga layanan nikah dalam kondisi seperti ini. Sudah terdaftar sebelum gempa. Jadi mereka melayani, sebab tidak ada pembatalan dari yang bersangkutan,” kata Hamim ketika ditemui di Jakarta, Senin (15/2).

Hamim mengungkapkan, sedikitnya ada sembilan KUA yang terkena dampak musibah tersebut. Dia berharap dalam waktu singkat ini, menunggu kondisi di Sulbar aman, sehingga proses rehabilitasi bisa segera terlaksana.

Adapun sembilan bangunan KUA yang rusak itu tujuh di antaranya di Kabupaten Mamuju, seperti KUA Tapalang, KUA Tapalang Barat, KUA Kalumpang, KUA Simboro, KUA Tommo, KUA Mamuju, dan KUA Kalukku. Sementara dua lainnya berada di wilayah Majene yaitu KUA Ulumanda, dan KUA Malunda.

Hamim bercerita, ketika dirinya bersama tim survei tengah berada di Mamuju selama tiga hari, intensitas gempa dalam skala kecil, longsoran tanah dan kondisi alam (hujan dan angin kencang) masih terus berlangsung.

Hal tersebut juga ditegaskan Kepala Kanwil Kemenag Sulbar M. Muflih. Dia menyampaikan bahwa selain perkantoran Kanwil Kemenag Sulbar, beberapa kantor Kemenag Kabupaten juga mengalami kerusakan akibat gempa tersebut.

Rusaknya perkantoran Kanwil Kemenag Sulbar tidak membuat pelayanan terhenti. Pelayanan tetap berjalan sesuai daftar perincian waktu yang direncanakan. Walau aktivitas kantor dilaksanakan di tenda darurat, pelayanan tetap dilangsungkan secara profesional. (L/R2/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)