Terikatnya Indonesia dengan Pembebasan Masjid Al-Aqsa

Oleh : Rally Febtiana Musta’adah, Santri Tahfidzul Qur’an Al-Fatah Muaro Jambi, Provinsi Jambi

Jika berbicara tentang pembebasan Al-Aqsa dan Palestina, ini adalah suatu hal yang sangat lumrah. Namun bagaimana, siapa, dan kapan hal ini akan terjadi hanyalah ketetapan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan hanya Dia yang mengetahui segala sesuatu.

Tak perlu bersedih hati janji Allah selalu dan pasti benar, yang menjadi pertanyaan, “Apakah kita bisa ikut berperan penting dalam membebaskan Al-Aqsa dan memerdekakan Palestina?”.

Telah banyak dituliskan oleh penulis hebat tentang keutamaan Masjid Al-Aqsa. Al-aqsa menjadi kiblat pertama umat Islam, dan menjadi salah satu dari tiga mutiara mulia di muka bumi.

Timbul kesadaran hati nurani rasa iba dan semangat yang menggelora untuk membantu saudara-saudara yang ada di Palestina.

Mendengar keadaan Palestina saat ini, menjadi pemicu kita untuk meninggalkan segala kenikmatan yang melalaikan.

Terlebih kita Indonesia, adalah negara yang paling berhutang budi kepada Palestina. Mengapa? karena saat kita baru merdeka dari terjajah, Palestina adalah negara pertama yang mendukung kemerdekaan Indonesia.

Pada pembukaan UUD 1945 negara kita berbunyi “bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan pri kemanusiaan dan pri keadilan”.

Maka, tak dapat dipungkiri dengan begitu negara Indonesia memiliki ikatan khusus untuk membebaskan Palestina.

Keterikatan itu juga pernah diungkapkan oleh mimpi aneh lima  pemuda Palestina. Mereka bermimpi bertemu Rasulullah di malam yang sama. Mereka tidak saling kenal satu sama lain. Inilah yang membuat orang bertanya-tanya. Ini banyak disebutkan di media sosial.

Di dalam mimpi mereka itu, Rasulullah berkata “Ya ahla Syam, ya ahla Gaza, sesungguhnya orang-orang yang akan membebaskan kamu dari kezaliman Yahudi dan mengembalikkan Al-Quds kepada tangan kalian adalah saudara-saudara kalian Muslim Indonesia.”

Setelah mengetahui isi dari mimpi ini, hati ini tiba-tiba gemetar, tangan yang sebelumnya menggenggam pena dan fokus dengan setiap kata yang ada terhenti sejenak. Seakan penuh pertanyaan benarkah adanya mimpi mereka?

Teringat perjalanan Rasulullah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa sebagai isyarat titik tolak kebangkitan umat Islam. Dan akan dimulai shalat berjama’ahnya umat Islam di Masjid Al-Aqsa.

Kemudian, berdasarkan hadits Rasulullah, ketika berperang beliau memerintahkan kepada Abdullah bin Hawal al-Ahdzi untuk berkeliling mencari makanan, karena saat itu dalam kondisi lapar. Tapi ternyata setelah lama berkeliling tidak mendapatkan apa-apa. Maka ia kembali dengan wajah menyesal dan tangan kosong.

Saat itu Rasulullah mengatakan, “Ya Ibnu Hawalah, jika kamu melihat panji hitam berkibar di bumi Baitul maqdis atau pelatarannya, itu pertanda kiamat lebih dekat kepada kalian ketimbang kepala dengan pundakmu ini”.

Dan sekarang bisa kita ketahui, di Jalur Gaza sudah berkibar panji hitam. Tinggal sekitar 75 km lagi akan sampai ke Masjid Al-Aqsa, dan panji ini akan di bawa oleh Muslim dari Indonesia. Insya Allah.

Kembali ke mimpi lima pemuda tadi, mereka mengatakan Masjid Al-Aqsa akan di bebaskan oleh orang-orang yang sebelumnya tidak mereka kenal. Wajah Mujahidin itu tampak agak asing bagi mereka, sebab wajah itu bukanlah wajah orang Palestina, bukan pula wajah orang Timur Tengah. Tetapi ada kesamaan, ada aura bekas wudhu yang menandakan bahwa mereka adalah orang yang beriman.

Dari mimpi itu kemudian mereka tahu bahwa Mujahidin yang ada dalam mimpi itu berasal dari Indonesia. Sebuah negara yang  berpenduduk Muslim terbesar di dunia.

Salah seorang di antara mereka merasa heran, sebab dia belum pernah mendengar nama Indonesia dalam kehidupan nyata.

Lantas di dalam lagu nasyid “Al-Quds pemersatu umat,” nama Indonesia hanya disebutkan satu kali, dan itu pun di penghujung lagu. Benar  kalimat untuk Indonesia adalah “keluarkan kesatriamu”.

Dalam mimpi itu tampak Muslim Indonesia sangat banyak. Mereka  tiba di Palestina dan bertempur melawan Israel, peperangan demi peperangan dan dimenangkan oleh Muslim Indonesia. Mereka tidak dapat dilawan dan tidak dapat dikalahkan, hingga akhirnya Israel Yahudi pun dapat takluk di tangan wajah-wajah asing itu. Allahu Akbar!

Sebagian orang memang tidak percaya dengan mimpi ini dan sebagian lagi percaya. Sementara lebih banyak orang yang tersentuh dengan kabar mimpi tersebut dan menjadikannya sebagai motivasi untuk terus mempersiapkan diri membela Palestina.

Dari sekian banyak negara yang menerima Islam sebagai agamanya, tinggal Indonesia yang belum Allah pilih untuk memimpin kebangkitan Islam. Lalu, akankah sekarang kita masih berleha-leha. Sekarang sudah ada di pundak kita, mari kita bersatu padu, kuatkan Iman dan Islam kita.

Mari kuatkan simpul ukhuwah Islamiyah dan buktikan kekuatan kehambaan kita kepada Allah dengan kembali kepada Al-Quran dan As-Sunnah saat kita melangkah maju. Insya Allah.

Dan itu semua akan terjadi manakala umat Islam bersatu secara terpimpin dan tidak berpecah-belah. Sebagaimana firman Allah :

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيْعًا وَلاَ تَفَرَّقُوْا

Artinya : “Dan berpegang teguhlah kamu sekalian pada tali Allah seraya berjama’ah, dan janganlah kamu berpecah-belah…..”. (QS Ali Imran : 103).

Ayat ini memerintahkan kita umat Islam, bukan hanya di Indonesia, tapi juga di manapun untuk bersatu, berjamaah, menjalin ukhwuah, tidak berpecah belah. Ini menguatkan ikatan Indonesia dan Palestina dalam membebaskan Masjidil Aqsa dan mendukung kemerdekaan Palestina. Wallahu A`lam Bisshowab. (A/Ral/RS2)

Penulis, adalah Juara II Kategori Pelajar SMA Lomba Menulis Artikel tingkat Nasional tentang Palestina, Aqsa Working Group (AWG) 2022.

Mi’raj News Agency (MINA)