Terjadi Kenaikan Tajam Jumlah Ekstrimis Yahudi yang Menyerbu Al-Aqsha

Para pemukim ekstrimis Yahudi Israel melakukan tur provokatif dengan kawalan ketat pasukan polisi Israel di lingkungan Masjid Al-Aqsha di Kota Al-Quds Palestina. (Foto: Al-Ray)

Al-Quds, 11 Ramadhan 1438/6 Juni 2017 (MINA) – Pusat Penelitian Al-Quds melaporkan terjadi peningkatan tajam jumlah para ekstrimis Yahudi yang menyerbu Masjid Al-Aqsha di Kota Tua Al-Quds yang diduduki, pada bulan Mei tahun ini dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu.

Menurut laporan terbaru Pusat Penelitian Al-Quds untuk Studi Urusan Israel dan Palestina yang berbasis di Ramallah, sebanyak 3.156 orang Yahudi, termasuk pemukim, tentara berseragam, dan pemuka agama Yahudi ortodoks, menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsha, situs suci ketiga dalam Islam, dibandingkan dengan 850 orang pada bulan Mei tahun lalu.

Fenomena ini dihubungkan dengan adanya seruan organisasi-organisasi ekstrimis Yahudi jelang perayaan hari rayanya di bulan Mei dan juga menandai 50 tahun untuk pendudukan Israel di Al-Quds Timur, demikian Kantor Berita Palestina WAFA melaporkannya yang dikutip MINA< Selasa (6/6).

Orang-orang Yahudi percaya bahwa kompleks Masjid Al-Aqsha adalah lokasi sinagog-sinagog bersejarah Yahudi yang hancur, sebuah klaim yang sangat ditolak oleh umat Islam. Para ekstrimis Yahudi berharap suatu hari membangun sebuah sinagog di reruntuhan masjid.

Para pemukim ekstrimis Yahudi Israel melakukan penyerbuan ke Masjid Al-Aqsha setiap hari untuk memberlakukan pembagian secara tempat dan waktu di Al-Aqsha dan memalsukan identitas kota suci tersebut.

Warga Palestina telah memperingatkan bahwa setiap perubahan status masjid bisa mengantarkan pada perselisihan agama.

Israel menduduki Kota Al-Quds selama Perang Timur Tengah 1967. Israel kemudian mencaplok kota tersebut pada tahun 1980, mengklaim sebagai ibu kota negara Yahudi dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional. (T/R01/P1)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)