
Pasukan Khusus
Amerika Serikat. (Foto: dok. Wikipedia.org)" width="300" height="204" /> Pasukan Khusus Amerika Serikat. (Foto: dok. Wikipedia.org)Washington, 18 Muharram 1437/31 Oktober 2015 (MINA) – Ketika Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry sedang mengadakan perundingan tentang Suriah di Wina, Austria, Gedung Putih mengumumkan akan menerjunkan 50 personil pasukan komando di Suriah.
Juru Bicara Gedung Putih Josh Earnest mengatakan Jumat (30/10), Presiden Barack Obama memerintahkan penyebaran pasukan operasi khusus ke Suriah utara untuk bekerja bersama dengan pasukan lokal untuk memerangi Islamic State (ISIS/Daesh).
Ini adalah pertama kalinya AS akan mengerahkan pasukan darat secara terbuka di negara yang sudah memasuki tahun kelima konflik itu, Al Jazeera melaporkan yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).
Sementara itu, dalam perundingan Suriah di Wina, semua delegasi pemain utama di konflik Suriah sepakat tidak akan mengizinkan ISIS berkuasa dan memerintah.
Baca Juga: Balas Trump, Ontario Resmi Berlakukan Tarif 25 persen ke AS
Pembicaraan Jumat itu juga dihadiri delegasi Iran yang untuk pertama kalinya dilibatkan dalam pembicaraan tentang Suriah.
Perundingan juga dihadiri oleh delegasi dari Inggris, Mesir, Perancis, Jerman, Italia, Lebanon, Uni Eropa, dan negara-negara Arab lainnya.
Pada kesempatan itu, Iran berikeras mengusulkan masa transisi politik di Suriah dalam enam bulan ke depan, diikuti dengan pemilu untuk menentukan nasib Presiden Suriah Bashar Al-Asaad.
Namun musuh Asaad menolak proposal yang dianggap sebagai trik untuk menjaga Presiden Assad tetap berkuasa. (T/P001/P2)
Baca Juga: Bantah Pemerintahannya Alami Resesi, Trump: Hanya Transisi
Mi’raj Islamic News Agency (MINA)