Terkendala Dana, Pembangunan Atap dan Kubah Masjid An-Nubuwwah Belum Terlaksana

Bandar Lampung, 21 Ramadhan 1437 H/ 26 Juni 2016 (MINA) – Pembangunan Masjid An-Nubuwwah memasuki tahap Arsitektur pemasangan dinding bata karena belum dapat melaksanakan pekerjaan atap dan kubah sebab kendala dana yang dibutuhkan sebesar Rp. 4 miliar.

Hal ini diungkapkan Pimpinan Proyek Pembangunan Masjid An-Nubuwwah, Ir.Dede Isnaini saat ditemui Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di lokasi pembangunan masjid, Komplek Pondok Pesantren Shuffah Hizbullah dan Madrasah Al-Fatah Muhajirun Negararatu Natar Lampung Selatan, Sabtu, (25/6).

Bendahara proyek, Nurkholis mengimbau ummat Islam untuk menggunakan momentun bulan Ramadhan ini meningkatkan infaq untuk pembangunan Masjid ini.

Sementara itu Ir. Dede Isnaeni mengatakan,  proyek pembangunan masjid terbesar di Provinsi Lampung ini tetap berjalan dengan pengerjaan dinding bata masjid meskipun terkendala dana.

“Kita tetap bekerja mengerjakan dinding bata, cuma jam kerja kita kurangi karena puasa, mulai kerja jam 7 sampai jam 3 sore dengan jeda istirahat pada dhuzurnya, ba’da ashar tidak kita lanjutkan untuk persiapan berbuka puasa,” kata Dede.

“Kalau ikuti prosesnya, seharusnya sekarang masuk pengerjaan atap dan kubah, cuma terkendala di dana. Namun kita berharap proyek ini tidak berhenti sebab ditargetkan tahun depan masjid ini sudah bisa digunakan untuk kegiatan besar seperti Tabligh Akbar, maka kita kerjakan dulu memaksimalkan dana yang ada untuk pemasangan dinding bata,” katanya.

Seperti harapan Zulkifli Hasan saat peletakan batu pertama pada 7 Nopember 2014, “Insya Allah Masjid An-Nubuwwah akan menjadi pusat peradaban umat Islam, pengembangan dakwah Islam, serta menjadi garda terdepan dalam meluruskan dan menjawab setiap tantangan dinamika perkembangan Islam,” ujarnya.

Lebih lanjut Dede mengatakan, pengerjaan dinding bata ini ditargetkan dalam waktu tiga bulan dengan perkiraan biaya sekitar Rp. 170 juta.

“Itu belum termasuk finishing ya, dan dana yang ada sampai saat ini pun tidak mencukupi, sehingga kami pun berusaha untuk memaksimalkan yang ada,” ungkapnya.

Masjid An-Nubuwwah menurut  master plannya, diharapkan akan menjadi tempat ibadah dan juga  tempat melaksanakan berbagai aktivitas yang bersifat internasional seperti halnya seminar-seminar tentang Islam dan Palestina, pusat kajian, perpustakaan dan lain-lain. Sehingga diharapkan dari masjid ini terpancar peradaban duia yang penuh rahmat.

Dede juga memaparkan tahapan pengerjaan atap dan kubah yang seharusnya dikerjakan terlebih dahulu namun mengingat biaya yang besar terpaksa dialihkan ke pengerjaan dinding bata.

“Untuk atap baja saja diperkirakan menghabiskan dana sekitar Rp. 1,6 Milyar , belum lagi kubah dengan dana yang dibutuhkan sekitar Rp.2,2 milyar , keseluruhan mencapai hampir Rp. 4 milyar. Ini harus ada dana yang siap sebab kita akan kerjakan ini melalui subkontraktor,” ujarnya terkait masjid yang diperkirakan dapat menampung 6.000 jama’ah ini.

Sementara, Bendahara Proyek Pembangunan Masjid, Nurkholis saat ditemui MINA Ahad, (26/6) berharap Kaum Muslimin memanfaatkan momentum Bulan Ramadhan untuk meningkatkan infaqnya untuk Masjid yang digagas oleh Allahuyarham Imaam Muhyiddin Hamidy ini.

“Mengumpulkan dana sebanyak itu memang agak sulit bagi kami dalam waktu singkat sebab minimal diperlukan dana standby setengahnya, oleh karenanya kami berharap para ikhwan bisa meningkatkan infaqnya apalagi Ramadhan ini Allah balas berlimpah atas infaq kita,” harapnya.

Lebih lanjut Nurkholis juga mengharapkan pemerintah daerah baik kabupaten maupun provinsi untuk ikut berperan aktif dalam penyelesaian pembangunan Masjid yang diharapkan oleh Ketua MPR akan menjadi garda terdepan dalam meluruskan dan menjawab setiap tantangan dan dinamika perjuangan Islam ke depan.

“Ini masjid untuk kita semua, apalagi harapannya masjid ini bisa menjadi pusat peradaban, tentu akan bernilai positif bagi Lampung Khususnya, jadi kami juga berharap pemerintah daerah bisa berperan lebih aktif untuk penyelesaian pembangunan Masjid ini,” katanya.(L/K08/P2).

Mi’raj islamic News Agency (MINA).