Tiga Pemukim Yahudi Terluka Diserang Orang-Orang Bersenjata

Tepi Barat, MINA – Tiga pemukim Yahudi terluka dalam aksi berani mati yang dilakukan orang-orang bersenjata di dekat pos pemeriksaan militer Israel Za’tara, selatan Nablus, wilayah utara di Tepi Barat yang diduduki Israel.

Media Israel melaporkan bahwa penembakan dilakukan dari kendaraan yang sedang melaju. Dua orang yang terluka dalam kondisi kritis.

Para pelaku serangan itu meninggalkan lokasi kejadian, sementara tentara Israel melakukan pencarian.

Pasukan Israel dikerahkan secara besar-besaran di Jalan Hawara al-Ra’is, selatan Nablus, setelah operasi aksi penembakan tersebut, juga di sejumlah pos pemeriksaan militer lain di utara Ramallah, yaitu (Atara, Ain Yabrud, dan Ain Sinaia), Palinfo melaporkan dikutip MINA, Senin (3/5).

Juru bicara tentara pendudukan Israel mengatakan, beberapa orang terluka setelah terjadi aksi penembakan dari dalam mobil yang tiba persimpangan Taffuh.

Disebutkan bahwa pasukan militer Israel menembak ke arah mobil yang meninggalkan lokasi kejadian. Dia menambahkan bahwa pasukan Israel mengejar mobil tersebut dan mendirikan pos pemeriksaan di daerah tersebut.

Hamas dan Jihad Islam menyambut baik aksi berani mati. Hamas mengatakan, “Kami menyambut baik aksi heroik di pos pemeriksaan tersebut. Aksi ini terjadi dalam konteks respons alami terhadap kejahatan yang dilakukan pendudukan Israel dan untuk mendukung rakyat Palestina di kota al-Quds.”

Hamas menambahkan, “Pesan dari aksi heroik di pos militer Za’tara jelas bagi tentara pendudukan Israel dan para pemimpin mereka, bahwa senapan yang dibawa oleh para pahlawan rakyat Palestina siap untuk mempertahankan al-Quds dan al-Aqsa.”

Sementara itu, Jihad Islam mengatakan, “Kami menyambut baik aksi berani mati di pos pemeriksaan Za’tara. Kami menganggapnya sebagai pesan atas nama rakyat Palestina bahwa al-Quds adalah garis merah. Merusak tempat-tempat suci akan memicu kemarahan melawan pendudukan Israel.” (T/R4/P1)

 

 

Mi’raj News Agency (MINA)