Tiga Warga Israel Pulang dari Cina Dirawat, Khawatir Virus Corona

Tel Aviv, MINA – Tiga warga Israel pulang dari Cina segera dirawat di rumah sakit dan saat ini berada dalam isolasi untuk menentukan apakah mereka mungkin terjangkiti virus corona.

Otoritas medis percaya ketiganya tidak memiliki coronavirus, tetapi mengambil setiap tindakan pencegahan karena mereka tampaknya memiliki gejala seperti flu yang sama, Channel 12 melaporkan pada Sabtu (25/1).

Dua warga Israel yang dirawat di rumah sakit sebelumnya karena alasan yang sama sepulang dari Cina, telah dipulangkan, menurut laporan itu.

Dari tiga pasien yang saat ini dirawat di rumah sakit, satu di Sheba Medical Center di Israel tengah, satu di Hadassah Medical Center di Yerusalem dan yang ketiga saat ini di rumah sakit lain yang tidak disebutkan namanya.

Kementerian Kesehatan memperkirakan ketiganya akan dipulangkan dari rumahs akit dalam beberapa hari mendatang.

Pada hari Jumat (24/1), Kementerian Kesehatan mengeluarkan peringatan bagi warga Israel untuk tidak melakukan perjalanan ke kota Wuhan di Cina dan sekitarnya, karena berurusan dengan virus baru yang telah merenggut nyawa 41 orang.

Coronavirus adalah keluarga besar virus, beberapa di antaranya menyebabkan flu biasa. Yang lain telah berevolusi menjadi penyakit yang lebih parah, seperti SARS dan MERS.

Kementerian juga mendesak warga Israel untuk menghindari semua perjalanan ke kawasan kecuali itu benar-benar kritis dan mengatakan itu “dalam kontak dengan semua badan internasional dan para ahli di Israel dan luar negeri.”

Peringatan itu datang ketika Cina mengumumkan bahwa mereka dengan cepat menyiapkan 1.000 tempat tidur di rumah sakit yang disiapkan untuk pasien yang terinfeksi coronavirus.

Otoritas Kesehatan Cina mengatakan jumlah kasus yang dikonfirmasi virus korona naik menjadi lebih dari 1.200 dan jumlah kematian meningkat menjadi 41.

Kasus-kasus serupa juga telah terdeteksi di Hong Kong, Makau, Taiwan, Amerika Serikat dan Vietnam.

Virus Corona mewabah menjelang Tahun Baru Imlek. Perayaan paling penting di negara itu telah dibatalkan untuk setidaknya 56 juta orang karena pihak berwenang memperluas larangan bepergian di seluruh provinsi Hubei pusat untuk menahan penyebaran virus.

Di pinggiran timur Wuhan, polisi yang berjaga di blok jalan memulangkan beberapa kendaraan yang mencoba keluar dari kota.

Polisi hanya mengizinkan beberapa petugas medis yang telah pulang untuk liburan kembali memasuki kota guna membantu di rumah sakit yang penuh sesak. (T/RS2/RS3)

 

Mi’raj News Agency (MINA)