Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tim Baznas di Wamena

Rendi Setiawan - Senin, 7 Oktober 2019 - 14:52 WIB

Senin, 7 Oktober 2019 - 14:52 WIB

7 Views ㅤ

Jakarta, MINA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terus memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak krisis kemanusiaan di Wamena, Papua, pascatragedi yang menimpa wilayah itu pada Senin, 23 September lalu.

Tim Baznas berhasil masuk ke wilayah Wamena sejak Kamis (3/10), dan memberikan layanan mulai dari makanan dan minuman, layanan kesehatan, psikososial dan berbagai kebutuhan dasar pengungsi.

Komandan Lapangan Baznas Tanggap Bencana (BTB), Taufik Hidayat dalam keterangannya, Senin (7/10), mengatakan, BTB mengirimkan 2,345 ton bantuan ke Wamena menggunakan pesawat Hercules TNI.

“Bantuan yang dikirim berupa bahan makanan seperti beras, susu, minyak goreng, mie instan, gula dan berbagai jenis makanan ringan. Selian itu juga diberikan perlengkapan mandi, perlengkapan bayi dan wanita,” katanya.

Baca Juga: Menko Yusril: Kasus Penyadapan Presiden Belum Mengarah ke Makar

Taufik mengungkapkan, personil Baznas Tanggap Bencana yang telah berada di Wamena ikut melakukan penjemputan pengungsi dari Kabupaten Mulia dan memetakan pos-pos pengungsian yang aman dari kerusuhan.

“Kantor Baznas Kabupaten Jaya Wijaya saat ini menjadi salah satu lokasi pengungsian bagi masyarakat terdampak krisis yang kehilangan rumah maupun bagi warga yang masih mengalami trauma akibat kejadian tersebut,” ujarnya.

Baznas bersama Baznas Kabupaten Jaya Wijaya dan Lembaga Amil Zakat juga mulai menyiapkan pembangunan hunian sementara bagi para pengungsi agar mereka memiliki tempat tinggal yang lebih layak dari lokasi pengungsian saat ini.

“Kami juga membantu warga membersihkan lokasi pengungsian serta lingkungan sekolah dari puing-puing bangunan dan pecahan kaca agar dapat digunakan sementara mulai hari ini,” katanya.

Baca Juga: Listyo Sigit Ditahan di Mabes Polri, Kasus Penyadapan HP Presiden Prabowo

Selain di Wamena, kata Taufik, Tim Baznas Tanggap Bencana juga melanjutkan layanan di kota-kota yang menjadi lokasi pengungsian warga, seperti di Jayapura dan Timika. Baznas mendirikan dapur umum di Pangkalan Udara Silas Papare untuk memastikan kebutuhan logistik pengungsi tercukupi.

“Untuk memberikan layanan cepat bagi masyarakat terdampak krisis kemanusiaan di Wamena ini, Baznas telah mengaktifkan Crisis Center. Baznas Crisis Center untuk Papua berfokus pada penanganan kemanusiaan dan tidak masuk dalam ranah konflik yang terjadi,” katanya.

Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat Baznas, Dr Irfan Syauqi Beik mengatakan, kondisi Wamena dan warga terdampak yang saat ini tinggal di pengungsian-pengungsian yang ada di daerah lain membutuhkan penanganan terpadu dengan melibatkan semua pihak. Berbagai layanan bantuan ini harus dilakukan dangan penuh kehati-hatian.

“Baznas menyinergikan Lembaga Program Baznas Tanggap Bencana (BTB), Layanan Aktif Baznas (LAB) dan Rumah Sehat Baznas (RSB) untuk melayani warga terdampak krisis,” kata Irfan. (L/R06/P1)

Baca Juga: Mantan Kapolri Listyo Sigit dan Dua Jenderal Polri Ditangkap Terkait Penyadapan Nomor Telepon Presiden

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

MINA Sport
Internasional
Info MINA
Indonesia