Tim Jambore Kendaraan Listrik Nasional ITS Tiba di Finish di Jakarta

(Foto: Istimewa)

Jakarta, MINA – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir Menyambut Tim Jambore Kendaraan Listrik Nasional 2019 di Gedung BPPT Jakarta, Selasa (3/9).

Tim Jambore Kendaraan Listrik Nasional 2019 dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) sebelumnya tiba di garis finis, yaitu Jakarta, tepatnya di PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya, Selasa siang (3/9).

Usai menempuh perjalanan sejauh 980 km dari Surabaya hingga Jakarta, tim Jambore Kendaraan Listrik Nasional 2019 ini kemudian meneruskan Rally hingga tiba di Gedung BPPT Jakarta Selasa pukul 15.30 WIB.

Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan, Pengguruan Tinggi diharapkan mulai berkolaborasi lebih baik dengan industri, sehingga mampu melakukan percepatan hilirisasi produk-produk riset di bidang teknologi kendaraan listrik berbasis baterai.

“Dengan demikian teknologi kendaraan listrik dapat semakin cepat diimplementasikan di Indonesia,” ujar Nasir saat menyambut tim Jambore Kendaraan Listrik Nasional 2019.

Kegiatan Rally Kendaraan Listrik yang digelar Pusat Unggulan Iptek Sistem dan Kontrol Otomotif (PUI-SKO) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) itu sebagai wadah bagi para peneliti untuk memperkenalkan hasil riset mereka kepada masyarakat luas.

Jambore Kendaraan Listrik Nasional 2019 yang dimulai pada 27 Agustus sampai 3 September 2019 ini juga merupakan cikal bakal pengujian dan diseminasi produk riset kendaraan listrik ITS.

Ketua Jambore Kendaraan Listrik Nasional, Yoga Uta Nugraha, menjelaskan, untuk kegiatan Rally sendiri dilakukan dengan total jarak tempuh sekitar 980 km, dimulai dari kota Surabaya menuju Jakarta dengan melewati berbagai kota di Pulau Jawa seperti Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Solo, Yogyakarta, Tasikmalaya dan Bandung.

Kegiatan Rally kendaraan listrik sendiri diikuti oleh tujuh mobil listrik dan tiga sepeda motor listrik. Mobil Ezzy ITS dan Lowo Ireng ITS merupakan salah satu mobil listrik karya ITS. Juga diikuti oleh sepeda motor listrik yang telah memasuki fase industrilisasi yaitu GESITS.

Khusus untuk Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) dari ITS, digunakan teknologi battery pack dan Battery Management System (BMS) yang dikembangkan lanjut oleh PUI-SKO ITS bersama Pertamina.

Beberapa hasil kerja sama pengembangan ITS bersama Pertamina dan Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) dalam pengembangan BMS antara lain untuk teknologi battery pack yang dapat digunakan secara modular.

“Di mana jumlah penggunaannya pada KBL dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan desain KBL yang dilengkapi ID system, static memory storage dan over-temperature protection pada battery pack sehingga dapat digunakan pada sistem Penukaran Battery Pack (Swap Station). Kerja sama ini juga menghasilkan prototipe battery swap station dan battery charging system,” jelasnya.

Kegiatan ini diawali dengan diadakannya parade kendaraan listrik menuju tempat-tempat ikonik di Kota Surabaya. Selanjutnya, dilakukan scrutineering untuk pemeriksaan kelayakan kendaraan listrik yang akan mengikuti kegiatan Rally.

Direktur Pusat Unggulan Iptek Sistem Kontrol Otomotif (PUI-SKO) Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Muhammad Nur Yuniarto, menuturkan  rute perjalanan dari Surabaya menuju Jakarta, ditempuh melalui jalur selatan pulau Jawa.

Menurutnya, jalur selatan dipilih karena memiliki karakter jalan yang bervariasi, mulai datar, berbukit, dan berkelok. Dengan demikian komponen-komponen hasil riset ITS akan diuji dengan kondisi lingkungan yang sebenarnya.

Selain itu, selama perjalanan proses pengisian energi dapat dilakukan dengan mudah, menggunakan fasilitas Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) milik PLN.

Sebanyak 15 titik kantor PLN menjadi tempat singgah peserta jambore. Hal tersebut menunjukkan bahwa Indonesia juga telah menyiapkan infrastruktur untuk menunjang teknologi kendaraan listrik.

Kendaraan listrik merupakan salah satu teknologi yang sedang populer dan berkembang pesat di berbagai belahan dunia. Di Indonesia, teknologi yang digadang-gadangkan akan menggantikan kendaraan konvensional pada masa depan ini juga tidak luput dari perhatian para peneliti dari pihak kampus, lembaga riset dan perusahaan.

Penelitian tentang kendaraan listrik di Indonesia sendiri mulai gencar dilakukan pada 2012, di mana pada saat itu Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menginisiasi program Mobil Listrik Nasional (MOLINA).

Setelah tujuh tahun kegiatan riset kendaraan listrik dilakukan di Indonesia, tentunya sudah banyak hasil riset tentang kendaraan listrik yang diciptakan oleh para peneliti tersebut.

ITS sendiri melalui Pusat Unggulan Iptek Sistem dan Kontrol Otomotif (PUI-SKO) telah berhasil melakukan inovasi di bidang teknologi kendaraan listrik. beberapa prototype kendaraan listrik telah dihasilkan, dan terdapat produk sepeda motor listrik yang telah memasuki fase industrilisasi yaitu GESITS. (L/R01/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)