Gaza, MINA – Setiap toko roti di Jalur Gaza telah menghentikan operasinya tanpa batas waktu karena kekurangan tepung dan bahan bakar yang serius akibat dari pengepungan Zionis Israel yang mencegah pasokan dasar itu memasuki jalur tersebut.
Menurut Abd al-Nasser al-Ajrami, Ketua Asosiasi Roti Gaza, penutupan toko roti di Gaza berarti penghentian semua toko roti yang berpartisipasi dalam Program Pangan Dunia (WFP). Al Mayadeen melaporkan, Rabu (2/4).
Al-Ajrami menggambarkan skenario saat ini sebagai perang kelaparan yang sedang berlangsung, dengan toko-toko roti di Jalur Gaza selatan menutup pintunya pada Selasa (1/4).
Sementara itu, toko-toko roti di Gaza tengah dan utara diantisipasi akan melakukan hal yang sama mulai hari ini.
Baca Juga: UNRWA Peringatkan Risiko Kesehatan: Sampah Menumpuk di Gaza
Menurut Al-Ajrami, penutupan toko roti tersebut merupakan akibat langsung dari blokade yang dilakukan penjajah Israel yang terus berlangsung.
Blokade itu juga mengakibatkan kekurangan yang signifikan tidak hanya tepung dan bahan bakar tetapi juga ragi.
Ia melanjutkan dengan mengatakan bahwa skenario tersebut meningkatkan keadaan kehidupan yang suram di Gaza, yang telah terhambat oleh agresi Zionis Israel yang terus berlanjut dengan penduduk yang sekarang menghadapi kekurangan gas untuk memasak.
Jalur Gaza biasanya menggunakan 450 ton tepung setiap hari, dengan toko roti yang menyediakan sekitar 50% dari kebutuhan penduduk. Daerah tersebut memiliki 140 toko roti yang beroperasi, 70 di antaranya menggunakan mesin otomatis.
Baca Juga: UNICEF: 322 Anak Tewas di Gaza Sejak Israel Langgar Gencatan Senjata
Pengeboman Zionis Israel telah merusak sejumlah besar toko roti ini, terutama di Gaza utara, yang menyebabkan kerugian yang diperkirakan mencapai jutaan dolar.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Jumlah Wartawan yang tewas di Gaza 209 Orang