Tokoh-Tokoh dan Organisasi Islam Sambut Pembukaan kembali Hagia Sophia Jadi Masjid

Istanbul, MINA – Keputusan Turki untuk mengubah ikon Istanbul, Hagia Sophia menjadi masjid setelah puluhan tahun berstatus sebagai museum memenangkan pujian dan sambutan baik dari berbagai tokoh dan organisasi islam.

“Kami mengucapkan selamat kepada Turki dan diri kami sendiri karena mengubah Hagia Sophia kembali ke masjid karena itu milik semua Muslim,” kata Ekrima Sabri, salah satu Imam Masjid Al-Aqsa di Yerusalem dalam sebuah pernyataan, Anadolu Agency melaporkan.

Mufti Besar Oman, Ahmed bin Hamad Al-Khalili, mengucapkan selamat kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Muslim di seluruh dunia karena membuka kembali Hagia Sophia sebagai masjid.

“Kami mengucapkan selamat kepada diri kami sendiri, seluruh negara Muslim, dan khususnya bangsa Turki yang dipimpin oleh pemimpinnya, Recep Tayyip Erdogan, karena mengubah Hagia Sophia kembali ke rumah ibadah di mana Allah mengizinkan namanya untuk dinaikkan dan disebutkan,” katanya melalui Twitter .

Kelompok Ikhwanul Muslimin menggambarkan keputusan Turki tentang Hagia Sophia sebagai “langkah bersejarah”.

“Langkah ini menegaskan kedaulatan rakyat Turki atas tanah mereka dan pelaksanaan hak-hak mereka,” kata Juru Bicara Talaat Fahmy dalam sebuah pernyataan.

Dia juga mengatakan, keputusan pengadilan Turki untuk mengembalikan Hagia Sophia menjadi masjid adalah “mengembalikan hak kepada pemiliknya”.

Uni Maghreb Arab juga menggambarkan pembukaan kembali masjid Hagia Sophia kepada para jamaah sebagai “peristiwa bersejarah besar”.

“Kami menyampaikan ucapan selamat yang tulus kepada bangsa Islam secara keseluruhan dan khususnya kepada orang-orang Turki, yang dipimpin oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan, pada kesempatan pembukaan kembali masjid Hagia Sophia untuk sholat,” kata serikat pekerja itu dalam sebuah pernyataan.

Pada hari Jumat (10/7), pengadilan Turki membatalkan dekrit kabinet 1934 yang telah mengubah Hagia Sophia menjadi museum, membuka jalan untuk digunakan kembali sebagai masjid setelah 85 tahun.

Pengadilan memutuskan bahwa permata arsitektur itu dimiliki oleh sebuah yayasan yang didirikan oleh Sultan Mehmet II, Penakluk Istanbul dan diperuntukkan kepada masyarakat sebagai masjid, status yang tidak dapat diubah secara hukum.

Hagia Sophia digunakan sebagai gereja selama berabad-abad di bawah pemerintahan Kekaisaran Bizantium kemudian berubah menjadi masjid setelah penaklukan Istanbul pada tahun 1453. Namun pada tahun 1935, keputusan kabinet telah mengubah Hagia Sophia menjadi museum. (T/R7/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)