MUSIBAH CRANE ROBOH MASJIDIL HARAM TUJUH JAMAAH HAJI INDONESIA WAFAT

Menteri Agama Lukman Hakin Saifuddin menjenguk jamaah yang luka-luka akibat musibah jatuhnya crane, di RS AnNoor, Mekkah, Sabtu (12/9).(Foto: Kemenag)
Menteri Agama Lukman Hakin Saifuddin menjenguk jamaah yang luka-luka akibat musibah jatuhnya crane, di RS AnNoor, Mekkah, Sabtu (12/9).(Foto: Kemenag)

Makkah, 29 Dzulhijjah 1436/13 September 2015 (MINA) – Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Arsyad Hidayat, memastikan ada tujuh jamaah haji Indonesia yang meninggal pada peristiwa jatuhnya alat berat (crane) di Masjidil Haram.

Ketujuh jamaah dimaksud adalah dua jamaah yang sudah diumumkan sebelumnya dan lima jamaah baru yang dipastikan wafat setelah dilakukan proses verifikasi.

“Dengan demikian jamaah haji yang telah kami pastikan meninggal berjumlah tujuh orang,” tegas Arsyad Hidayat dalam kesempatan jumpa pers di Ruang Media Center Haji (MCH) Daker Makkah Arab Saudi, Ahad (13/9) dini hari.

Arsyad mengatakan Tim Daker Makkah telah melakukan proses verifikasi sejak Sabtu (12/9) pagi hingga Ahad (13/9) dini hari dengan melibatkan unsur kesehatan dan perlindungan jamaah.

“Prosesnya tidak sesederhana yang dibayangkan,” terangnya.

Hal sama, lanjut Arsyad, juga dilakukan oleh misi haji negara-negara lain yang belum mendapatkan kepastian tentang kondisi jamaahnya yang jadi korban jatuhnya crane di Masjidil Haram Jumat (11/9) sore lalu.

Dari proses verifikasi itu, Arsyad Hidayat memastikan empat jamaah haji Indonesia yang selama ini dikabarkan meninggal, di luar dua nama yang sudah resmi yang dipublikasikan Daker Makkah, adalah benar telah meninggal.

Maktab sedang mengurus sertifikasi kematian (COD) kelima jenazah itu. Namun, ada tujuh saksi yang turut menyaksikan jenazah di pemulasaran jenazah.

“Hingga saat ini COD (Certificate of Death) atas empat jamaah tersebut memang belum diterbitkan, tapi kami telah memastikannya dengan cara melihat langsung jenazah,” ungkap Arsyad seraya menyebutkan, ada tujuh saksi yang turut menyaksikan keempat jenazah tersebut di tempat pemulasaraan jenazah di Almuaisim.

Arsyad menyebutkan, lima jamaah yang terverifikasi, yaitu Painem Dalio Abdullah dari Kelompok terbang (Kloter) Medan (MES 08) dengan No Paspor B 1258831, Saparini Baharuddin Abdullah dari Kloter Medan (MES 08) dengan No Paspor B 1258832, Nurhayati Rasad Usman dari Kloter Padang (PDG 04) dengan No Paspor B 0393770, dan Ferry Mauludin Arifin dari Kloter Jakarta-Bekasi (JKS 12) dengan No Paspor A 9464489.

Selain keempat jenazah tersebut, satu jenazah lagi, yaitu atas nama Adang Joppy Lili dari Kloter JKS 16 (No. Paspor B 1197332). “Dengan demikian, jemaah haji yang telah kami pastikan meninggal berjumlah tujuh orang,” ujar dia

Sebelumnya, Daker Makkah sudah mempublikasikan dua nama jamaah haji Indonesia yang wafat, yaitu Iti Rasti Darmini dari JKS 23 dan Masnauli Sijuadil Hasibuan dari MES 09. Dengan demikian jamaah haji yang telah dipastikan meninggal akibat jatuhnya crane di Masjidil Haram berjumlah tujuh orang.

Arsyad mengaku telah menghubungi pihak keluarga korban yang terverifikasi meninggal dunia. Menurutnya, sebagian anggota keluarga almarhum berhasil dihubungi dan petugas Daker Makkah telah berkomunikasi langsung dengan mereka. Namun ada sebagian yang belum berhasil dihubungi karena keterbatasan akses.

“Kami atas nama pemerintah dan penyelenggara ibadah haji, menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya Jamaah haji yang jadi korban jatuhnya crane. Semoga amal ibadah mereka diterima Allah, dan keluarga mendapat kesabaran, dan kita semua mendapatkan hikmahnya,” harap Arsyad.

Selain itu, PPIH Arab Saudi Daker Makkah juga kembali merilis jamaah haji Indonesia yang terluka karena musibah crane yang roboh di Masjidil Haram, di mana tambahan 11 jamaah haji Indonesia yang teridentifikasi terluka dan dirawat di sejumlah Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) dan Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Makkah.

Dengan bertambah 11 orang, maka jumlah jamaah yang dirawat mencapai 42 orang.(T/R05/R03)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0