TRANSPORTASI DAN TELEKOMUNIKASI PALESTINA MENGALAMI KERUGIAN 353 MILIAR RUPIAH

Yasir Al Shanti (tengah), wakil Menteri Transportasi dan Komunikasi Otoritas Palestina. Foto : Al Ray
Yasir Al Shanti (tengah), wakil Menteri Transportasi dan Komunikasi Otoritas Palestina. Foto : Al Ray

Gaza, 12 Dzulqadah 1435/7 September 2014 (MINA) – Yasir Al Shanti, wakil Menteri Transportasi dan Telekomunikasi Palestina di Gaza, Ahad (7/9) mengatakan bahwa kerugian yang dialami dari sektor ini selama agresi Israel terhadap Gaza mencapai 30.279.300 US Dolar atau 356 miliar rupiah.

Shanti menyatakan dalam keterangan persnya di kantor kementrian informasi di Gaza menyatakan bahwa sektor transportasi swasta yang terkena dampak paling dramatis, dimana kehancuran total dari sektor transportasi swasta yang dimiliki warga mencapai lebih dari 3550 kendaraan dan kerugian diperkirakan mencapai 11 juta US Dolar atau 130 miliar rupiah. Di mana 1173 kendaraan hancur total sementara 2380 kendaraan hancur sebagian.

Sementara untuk kendaraan milik pemerintah, agresi Israel ke Gaza menghancurkan 160 kendaraan pemerintah, dengan rincian 40 kendaraan hancur sepenuhnya dan 120 lainnya rusak ringan, nilai kerugian mencapai 2,5 juta dolar atau hamper 30 miliar Rupiah.

Dia juga menjelaskan bahwa penjajah Israel telah menghancurkan lebih dari 11 ambulans, selain kerusakan ringan lebih dari 27 ambulans, menambahkan bahwa penjajah telah menghancurkan lebih dari 150 bengkel di Gaza.

Shanti juga menjelaskan di sisi lain penjajah juga menghancurkan penyeberangan dalam upaya mengisolasi Jalur Gaza dari dunia luar dan melakukan blokade selama agresi ke Gaza. Penjajah telah menghancurkan penyeberangan Bayt Hanoun secara penuh, selain menargetkan perlintasan komersial Karim Abu Salim yang membuat kerugian mencapai lebih dari 1,5 juta Dolar.

Agresi Israel selama 51 hari terhadap Jalur Gaza telah menghancurkan jalur Gaza dari berbagai sektor, korban rakyat sipil mencapai 2.145 dan luka luka lebih dari 11 ribu orang, sementara dari sector pertanian kerugian mencapai 550 juta US Dolar atau sekitar 6,5 triliun rupiah.

Sementara itu Kementrian Perkejaan Umum dan Perumahan menyatakan, bahwa sektor perumahan mencatatkan kerugian 6 miliar US Dolar atau sekitar 71 triliun rupiah. (L/K01/R11)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0