Washington, MINA – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan mencabut hingga 20 persen pendanaan federal untuk Universitas Harvard, yang setara dengan sekitar $9 miliar.
Menurut Tump, langkah itu diambil sebagai respons terhadap dugaan bahwa universitas tersebut tidak cukup tegas dalam menangani insiden antisemitisme di kampus. Media Harvard Crimsom melaporkan.
Antisemitisme yang dimaksud adalah serangkaian aksi membela Palestina yang saat ini dibombardir oleh Zionis Israel. AS dikenal sebagai negara pendukung utama kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Israel di Palestina.
Sebuah gugus tugas antisemitisme federal sedang meninjau kontrak dan hibah multi-tahun Harvard setelah munculnya tuduhan bahwa universitas tersebut gagal mengambil tindakan yang memadai terhadap insiden seperti penyebaran stiker antisemit dan respons terhadap serangan mematikan Hamas terhadap Israel pada tahun 2023.
Baca Juga: Rusia Kutuk Ancaman Trump yang Akan Serang Iran
Sekretaris Pendidikan AS, Linda McMahon, menekankan bahwa Harvard perlu menangani isu antisemitisme dan melindungi semua mahasiswanya untuk mempertahankan reputasi dan pendanaannya.
Presiden Harvard, Alan M. Garber, memperingatkan bahwa kehilangan pendanaan ini akan sangat mempengaruhi penelitian dan inovasi penting, serta menegaskan komitmen universitas dalam memerangi antisemitisme.
Tindakan ini merupakan bagian dari upaya lebih luas pemerintahan Trump dalam meninjau pendanaan universitas-universitas di AS terkait penanganan isu antisemitisme.
Universitas Columbia, misalnya, telah mengalami pemotongan dana sebesar $400 juta dan dipaksa untuk menerapkan perubahan tertentu. Selain itu, lebih dari 60 institusi sedang dalam penyelidikan oleh Departemen Pendidikan atas dugaan antisemitisme dan kegagalan melindungi mahasiswa Yahudi.
Baca Juga: WNI di Kenya Rayakan Idul Fitri dengan Kebersamaan dan Tradisi Nusantara
Langkah pemerintahan Trump ini menuai kritik dari berbagai pihak. Perwakilan Demokrat dari New York, Jerry Nadler, mengecam tindakan tersebut, menyatakan bahwa pemotongan dana federal tidak akan membuat mahasiswa Yahudi lebih aman dan menuduh Trump menggunakan isu antisemitisme untuk mengendalikan institusi akademis yang menentang otoritarianisme.
Harvard sebelumnya telah menghadapi tantangan serupa terkait pendanaan federal. Pada tahun 2020, universitas tersebut mengembalikan dana stimulus sebesar $9 juta setelah Presiden Trump meminta mereka untuk mengembalikannya.
Situasi ini mencerminkan ketegangan yang meningkat antara pemerintahan Trump dan institusi pendidikan tinggi di AS, dengan implikasi signifikan bagi masa depan penelitian dan kebebasan akademik di negara tersebut. []
Mi’raj News Agency (MINA)