Trump Berharap Saudi Ikuti UEA Normalisasi dengan Israel

Washington, MINA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan berharap Arab Saudi untuk bergabung dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan Israel yang melakukan normalisasi hubungan diplomatik antara kedua negara, seperti diumumkan pada pekan lalu.

Pernyataan itu disampaikan atas pertanyaan pada konferensi pers di Gedung Putih, apakah Riyadh diharapkan untuk bergabung dengan perjanjian itu, Trump menjawab, “Ya, saya mengharapkannya,” seperti dilaporkan Arab 48, Kamis (20/8).

Namun Menteri Luar Negeri Saudi Faisal Bin Farhan pada Rabu (19/8) mengatakan di Berlin, Riyadh berkomitmen untuk damai dengan Israel berdasarkan inisiatif perdamaian Arab, dalam pernyataan formal pertama Saudi sejak pengumuman normalisasi UEA.

Ia menyatakan tetap konsisten pada inisiatif perdamaian Arab pada tahun 2002, bahwa normalisasi hunbungan negara-negara Arab dengan hanyalah bila Israel menyetujui berdirinya negara Palestina yang merdeka dan penarikan penuh Israel dari wilayah yang diduduki sejak 1967.

Dalam konferensi pers itu, Trump juga menggambarkan perjanjian UEA sebagai kesepakatan, dan berkata, “Ada negara-negara yang tidak akan diberitahu sampai Anda ingin bergabung dengan Perjanjian ini.” Nanub ia  tidak menyebutkan nama Arab Saudi.

UEA juga tertarik untuk membeli pejuang F-35 yang dibuat oleh Lockheed Martin, yang digunakan Israel dalam perang terhadap orang Arab.

“Mereka punya uang dan ingin membeli beberapa F-35,” katanya.

Sementara Duta Besar AS untuk Israel, David Friedman mengatakan, Amerika Serikat akan memastikan retensi Israel atas keunggulan militernya di wilayah tersebut jika telah menjual pesawat AS F-35.

“Meskipun dimungkinkan secara default, UEA akan segera mendapat persetujuan dari F-35, proses pembuatan dan pembelian akan membutuhkan waktu yang lama,” kata Friedman.

Sementara tentang Iran, Trump mengumumkan, ia telah memerintahkan Menteri Luar Negeri Mike Pompeon untuk meminta  Dewan Keamanan PBB menerapkan kembali semua sanksi PBB tentang Iran atas komitmen nuklirnya. (T/B04/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)