Tujuh Orang Ikrar Syahadat Saat Dialog Perbandingan Agama di Masjid Darussalam

Brother Kamarudin Abdullah membimbing seorang warga negara Cina mengucapkan dua kalimat Syahadat di Masjid Darussalam Kota Wisata, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Ahad (25/12). (Foto: FB Kamarudin Abdullah)

 

Cibubur, Kabupaten Bogor, 25 Rabi’ul Awwal 1438/25 Desember 2016 (MINA) – Sebanyak tujuh orang memutuskan untuk memeluk agama Islam dan mengucapkan kalimat syahadat saat Dialog Perbandingan Agama di Masjid Darussalam Kota Wisata, Cibubur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Ahad (25/12).

Empat orang di antaranya, termasuk seorang gadis Hindu asal Bali, pemuda Kristen asal Dili, Timor Leste, seorang pemuda dari Republik Rakyat Tiongkok, dan seorang pria Kristen berpangkat Kolonel TNI-AL mengucapkan dua kalimat Syahadat dengan dibimbing oleh Brother Kamarudin Abdullah pembicara utama Dialog Perbandingan Agama itu disaksikan oleh ribuan jamaah Masjid Darussalam Kota Wisata Cibubur.

Sementara tiga lainnya mengucapkan dua kalimat syahadat di sekretariat masjid, demikian Kantor Berita Islam MINA melapokan.

Perlu diketahui, Brother Kamarudin Abdullah kini menjabat sebagai Presiden Islamic Propagation Society International (IPSI) Malaysia adalah seorang mualaf yang merupakan murid dari beberapa pakar perbandingan agama. Ia mendalami keilmuan dari Syaikh Ahmed Deedat dan dilatih intensif secara langsung oleh Dr Zakir Naik.

Selain Brother Kamarudin, seorang mualaf mantan pendeta dan pakar perbadingan agama Indonesia, Ihsan L. Mokoginta juga menjadi pembicara utama acara yang digelar Mualaf Center Darussalam bekerjasama dengan Sahabat Dakwah Indonesia Street Dawah itu.

Beberapa jamaah nonmuslim yang hadir dalam acara tersebut sempat melakukan dialog dengan Brother Kamarudin Abdullah.

Masjid Darussalam Kota Wisata, Kabupaten Bogor, Jawa Barat adalah di antara masjid yang memiliki program pembinaan dan advokasi para mualaf. Saat ini Masjid Darussalam sudah mengislamkan sebanyak 275 mualaf.

Salah seorang pembina Mualaf Center Darussalam Chandra Yulistia menjelaskan, program ikrar syahadat mualaf sudah digelar Masjid Darusalam Kota Wisata Cibubur sejak masjid mulai berdiri.

Sementara Mualaf Center Darussalam mulai berdiri sejak Agustus 2016 lalu untuk memberikan pembinaan dan advokasi manakala si mualaf mendapat intimidasi dari keluarga maupun pihak-pihak yang tidak suka keislaman si mualaf.

Selain membina para mualaf, tantangan dakwah di Kota Wisata salah satunya adalah pemurtadan, katanya.

Kristenisasi di sekitar Kota Wisata begitu gencar dilakukan. Masjid Darussalam di Kota Wisata Cibubur ini dikepung oleh 20 gereja di dalam komplek perumahan Kota Wisata, kebanyakan gereja-gereja ini liar tanpa ijin dan dibiarkan oleh pengembang.

“Banyak gereja di Lingkungan Kota Wisata Cibubur ini dibangun di ruko dan tak memiliki ijin. Di Lingkungan Masjid Darussalam ini berkali-kali kaum Nashrani dengan program – program missionaris dan ghazwul fikrinya berusaha merusak aqidah dan menyerang kaum Muslim,” ujarnya. (L/R01/P1)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)