TURKI AKAN ADAKAN SIMPOSIUM EKONOMI SYARIAH SEPTEMBER MENDATANG

Istanbul, 18 Syawwal 1436/3 Agustus 2015 (MINA) -Turki akan menjadi tuan rumah  sebuah simposium ekonomi dan keuangan syariah pada 8-9 September 2015 mendatang, demikian menurut media Islamic Finance.

Simposium Perdana Pusat Pembangunan Keuangan Syariah Global Bank Dunia (GIFDC) yang digelar selama dua hari akan diadakan di Universitas Bogazici, Albert Long Hall, Istanbul, ibukota Turki, demikian sebagaimana dilaporkan International Islamic News Agency (IINA) yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Senin (3/8).

GIFDC yang berbasis di Istanbul, adalah pusat pengetahuan bertujuan untuk membantu negara-negara anggota Bank Dunia mengambil keuntungan dari pertumbuhan yang cepat dan potensi industri keuangan syarih untuk pembangunan ekonomi anggotanya.

Simposium tahunan yang digelar atas kerjasama GIFDC, Bank Pembangunan Islam (IDB), Penelitian Islam dan Lembaga Pelatihan (IRTI), Group Bimbingan Keuangan dan Borsa Istanbul  akan menyatukan berbagai pemangku kepentingan dari industri dan akademisi untuk terlibat dalam merangsang penelitian.

Tujuannya adalah untuk mempromosikan pertukaran ide mutakhir dan mendorong diskusi objektif tentang ekonomi dan keuangan syariah di kalangan akademisi, pembuat kebijakan, sektor swasta dan praktisi pembangunan.

Simposium itu akan memungkinkan orang untuk mendapatkan pemahaman praktis dan profesional isu ekonomi dan keuangan syariah yang berkaitan dengan pembangunan ekonomi, serta akan meningkatkan kesadaran tentang isu-isu besar saat ini  yang menghambat kemajuan industri.

Acara simposium diharapkan dapat memberikan sebuah pengetahuan baru terwakili dan sebuah platform bagi para peserta untuk mendiskusikan terkait dengan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Tema simposium tersebut adalah “Keuangan Islam: Suatu Katalis untuk Kemakmuran Bersama”.

Konsep berbagi risiko dalam kontrak keuangan dan sosial adalah salah satu fitur unik dari keuangan syariah saat kemakmuran bersama pendukung untuk sistem ekonomi dan keuangan yang memobilisasi serta mengalokasikan sumber daya guna usaha yang paling produktif menghambat peningkatan kemiskinan dan ketimpangan pendapatan.

Sementara banyak penelitian tentang keuangan syariah dan aspek lain dari ekonomi syariah telah dilakukan, banyak aspek berbagi risiko dan relevansinya dengan kemakmuran bersama belum diluncurkan dan karenanya perlu upaya untuk mewujudkan hal itu.

Penyelenggara simposium berkomitmen untuk mempromosikan serta mengembangkan industri, keuangan syariah yang dipercaya dapat memainkan peranan penting dalam mempromosikan pertumbuhan inklusif, mengurangi ketimpangan dan mempercepat pengentasan kemiskinan. (T/P005/R05)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)