TURKI DANAI PABRIK PENGOLAHAN AIR MINUM DI GAZA

Pabrik desalinasi air yang didanai oleh organisasi bantuan Turki diresmikan pada Sabtu (11/7) di dekat kamp pengungsi Al-Shati, Jalur Gaza. (Foto: AA)
Pabrik desalinasi air yang didanai oleh organisasi bantuan Turki diresmikan pada Sabtu (11/7) di dekat kamp pengungsi Al-Shati, Jalur Gaza. (Foto: AA)

Gaza, 26 Ramadhan 1436/13 Juli 2015 (MINA) – Sebuah pabrik desalinasi air yang didanai oleh organisasi bantuan Turki diresmikan pada Sabtu (11/7) di dekat kamp pengungsi Al-Shati, Jalur Gaza.

Proyek ini akan memungkinkan pemurnian air laut dengan tujuan menyediakan air minum segar untuk sekitar 5.000 warga kamp.

Proyek ini didanai oleh asosiasi bantuan kemanusiaan Ribat Turki yang berkoordinasi dengan asosiasi Ard al-Salam di Gaza.

Direktur Ard al-Salam, Mohamed al-Harazin mengatakan kepada Anadolu Agency yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), pabrik baru akan memberikan penduduk kamp sekitar 25 ribu meter kubik air minum setiap hari.

Baca Juga:  Ratusan Warga Swiss Serukan Boikot Israel di Olimpiade 2024

Penyediaan air minum menjadi masalah besar di Jalur Gaza usai perang yang babak belur. Wilayah kantong itu merupakan rumah bagi sekitar 1,8 juta orang.

Pasokan air dan sanitasi di wilayah Palestina sangat dipengaruhi oleh pendudukan Israel. Sumber daya air dari Palestina sepenuhnya dikendalikan oleh Israel dan pembagian tanah tunduk pada ketentuan dalam Kesepakatan Oslo II.

Umumnya, kualitas air jauh lebih buruk di Jalur Gaza jika dibandingkan dengan Tepi Barat.

Sekitar sepertiga sampai setengah dari air yang disalurkan ke  wilayah Palestina hilang di jaringan distribusi.

Mengenai air limbah, pabrik pengolahan yang ada tidak memiliki kapasitas untuk mengamankan semua air limbah yang dihasilkan, menyebabkan polusi air yang parah. Perkembangan sektor ini sangat tergantung pada pendanaan eksternal. (T/P001/R02)

Baca Juga:  Kritik Netanyahu, Mantan Jenderal Israel: Perang di Gaza Tanpa Tujuan

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Wartawan: Rudi Hendrik

Editor: Rana Setiawan

Comments: 0