Turki Desak AS dan Rusia Hindari Membuat Suriah Lebih Bergejolak

(Foto: AA)

Ankara, MINA – Perdana Menteri Turki, Binali Yildirim,  mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia untuk menghindari inisiatif yang akan membuat situasi bergejolak di Suriah menjadi lebih rumit.

“Kawasan ini telah membayar harga yang mahal akibat perang saudara dan migrasi. Kami menyarankan sahabat-sahabat kami untuk menghindari tindakan yang akan membuat keadaan menjadi lebih rumit,” kata Binali Yildirim kepada wartawan di ibu kota Ankara, Jumat (13/4)..

Yildirim memberikan pernyataan tersebut menyusul perdebatan antara AS dan Rusia yang dipicu oleh tweet Presiden AS Donald Trump.

Ia juga menekankan bahwa penggunaan senjata kimia adalah suatu hal yang tidak bisa dimaafkan.

Baca Juga:  Iran Ingatkan Israel Konsekuensi Besar Jika Perang dengan Militan Lebanon

“Penggunaan senjata kimia, pembunuhan orang yang tidak bersalah, anak-anak, tidak akan pernah memiliki sisi yang tidak dapat dimaafkan, ini sesuatu yang memalukan,” katanya.

Sebelumnya Pasukan Pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad diduga meluncurkan serangan kimia ke kota Douma di Ghouta Timur pada 7 April lalu. Serangan tersebut menewaskan 78 warga sipil dan melukai ratusan lainnya, menurut lembaga kemanusiaan White Helmets.

Yildirim mengatakan, bahwa siapa pun yang berada di balik serangan kimia harus bertanggung jawab, namun inisiatif-inisiatif yang akan merugikan upaya Turki, Rusia, dan Iran untuk membangun perdamaian berkelanjutan di wilayah tersebut juga harus dihindari.

Pada 4 April lalu, Turki menjadi tuan rumah pertemuan tripartit terkait Suriah. Dalam pertemuan tersebut pemimpin Turki, Rusia, dan Iran sepakat untuk memerangi separatisme di Suriah dan menekankan perlunya penyaluran bantuan kemanusiaan yang lebih besar. (T/R03/P1)

Baca Juga:  Turki Sambut Baik Keputusan Armenia Akui Negara Palestina

Mi’raj News Agency (MINA)

Wartawan: kurnia

Editor: Ismet Rauf