TURKI DESAK EROPA BANTU PENGUNGSI SURIAH

Ribuan pengungsi Suriah membanjiri perbatasan Ackakale, provinsi Sanliurfa, Turki. (Foto: AA)
Ribuan pengungsi Suriah membanjiri perbatasan Ackakale, provinsi Sanliurfa, Turki. (Foto: AA)

Istanbul, 28 Sya’ban 1436/15 Juni 2015 (MINA) – Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menjadi tuan rumah pertemuan khusus Majelis Parlemen Dewan Eropa (PACE) pada saat kedatangan skala besar pengungsi dari Suriah ke Turki pada Ahad malam (14/6).

Dalam pidato saat makan malam dengan Presiden PACE Anne Brasseur dan anggota, Cavusoglu mengatakan, dunia harus berbagi beban dengan Turki yang telah menampung pengungsi lebih dua tahun.

“Turki telah menghabiskan lebih dari $ 6 miliar sejauh ini untuk pengungsi. Bantuan masyarakat internasional hanya $ 300 juta. Beban harus dibagi,” kata Cavusoglu, Anadolu Agency yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Menteri luar negeri juga menyebutkan, sekitar 500.000 pengungsi ingin mendapatkan pendidikan, tetapi “hanya 40 persen dari mereka yang bisa mendapatkannya”.

“Mereka tidak punya rumah untuk kembali. Ada sekitar dua juta pengungsi lainnya di negara-negara seperti Yordania, Mesir, Lebanon dan Arab Saudi. Kondisi mereka lebih buruk dari apa yang mereka dapatkan di Turki,” kata Cavusoglu.

“Ada koalisi yang terdiri dari 60 negara, 22 dari mereka adalah anggota inti, telah ada pertemuan selama lebih dari 10 bulan hingga sekarang, tapi belum ada strategi yang komprehensif,” tambahnya.

Presiden PACE Anne Brasseur mengatakan, dia sangat terkesan dengan sambutan hangat Turki memberikan bantuan untuk pengungsi dari Suriah dan Irak.

Sebuah pernyataan PACE pada Ahad mengatakan, sekelompok anggota parlemen dari 20 negara akan terbang ke provinsi selatan Gaziantep pada 15 Juni untuk mengunjungi pusat pengungsi Elbeyli dan Nizip di wilayah tersebut, menjelang Hari Pengungsi Dunia pada 20 Juni.

Pengungsi Suriah yang menyelamatkan diri dari bentrokan di Kota Tel Abyad, Suriah, kini membanjiri Provinsi Sanliurfa, Turki. Mereka berbondong-bondong melewati perbatasan Akcakale, Suriah-Turki.

Menurut perkiraan resmi, sebanyak 3.000 pengungsi baru diperkirakan akan masuk ke Turki dalam gelombang terbaru.

Sejak dua pekan terakhir, sayap militer kelompok Kurdi YPG, Partai Uni Demokratik (PYD), telah melakukan operasi untuk memukul mundur pasukan pejuang Islamic State atau ISIS, dengan bantuan serangan udara koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) di kota-kota timur lalut Suriah, dari Tell Abyad hingga Al-Hasakah.

Sejak operasi dimulai, hampir 15.000 warga sipil dari desa-desa dan kota-kota yang berdekatan telah menyeberangi perbatasan di Provinsi Sanliurfa, Turki. (T/P001/R05)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0