TURKI JANJI BANGUN KEMBALI SEMUA MASJID DI JALUR GAZA

Departemen Agama Turki Janji bangun kembali Masjid di Jalur Gaza (Foto : Memo)
Departemen Agama Turki Janji bangun kembali Masjid di Jalur Gaza (Foto : Memo)

Ankara, 4 Sy’aban 1436/22 Mei 2015 (MINA) – Turki melalui Kepala Depertemen Agama Turki menyatakan, pemerintahnya bersedia membangun kembali semua masjid yang hancur di sepanjang Jalur Gaza akibat seragan Israel 2014 lalu.

Kepada urusan Agama Turki, Mehmet Gormez, membuat pernyataan tersebut,  dalam kunjungan pertamanya ke Jalur Gaza pada Ahad (17/5). Gormez berkunjung ke Jalur Gaza atas undangan Menteri Agama Palestina, Yusuf Ismail al-Sheikh.

Mengacu pada delapan tahun blokade penjajah Israel di Jalur Gaza, Gormez mengatakan bahwa rakyat Gaza memiliki pikiran yang bebas dan hati yang merdeka meskipun kengerian yang mereka hadapi sehari-hari. demikian Middle East Monitor (MEMO) diberitakan Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Dia mengatakan bahwa tentara Israel telah menggunakan senjata yang dilarang secara internasional dalam operasi mematikan di Jalur Gaza.

“Israel menggunakan senjata yang dilarang secara internasional dan melanggar hak-hak agama dan kemanusiaan Palestina. Israel harus diadili,” tambahnya.

Selama kunjungannya, Gormez berjanji untuk mendukung pembangunan kembali semua masjid yang hancur selama agresi Israel.

Gormez juga bertemu dengan Ismail Haniyah, wakil ketua biro politik Hamas, di Gaza. Haniyah memuji bantuan Turki untuk Palestina, yang katanya merupakan indikasi dari hubungan yang terpercaya dan suci antara kedua belah pihak.

“Gaza pada khususnya dan Palestina pada umumnya memuji dukungan Turki di semua bidang. Kami tidak akan pernah melupakan orang Turki yang darahnya tumpah di armada bantuan Mavi Marmara, dalam upaya untuk mematahkan blokade Jalur Gaza,” ujar pemimpin senior Hamas itu.

Pada 8 Juli 2014, Israel meluncurkan serangan ke Jalur Gaza yang menewaskan lebih dari 2.000 orang, kebanyakan warga sipil. Pengeboman Israel juga telah menyebabkan sekitar 11.855 unit rumah hancur atau rusak parah, dan setidaknya 425.000 orang mengungsi, menurut laporan PBB. (T/P002/P4)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

 

Comments: 0