Turki Keberatan Finlandia dan Swedia Jadi Anggota NATO

Ankara, MINA – Turki tidak akan memberi lampu hijau keanggotaan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) bagi negara-negara yang memberlakukan sanksi terhadapnya.

“Kami tidak akan mengatakan ‘ya’ kepada mereka yang menjatuhkan sanksi terhadap Turki,” kata Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam sebuah konferensi pers di ibu kota Ankara, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Selasa (17/5).

Sebagai anggota NATO selama 70 tahun, Turki, seperti semua anggota lainnya, harus menyetujui setiap negara baru yang bergabung dengan aliansi.

Erdogan juga mengkritik Finlandia dan Swedia karena tidak memiliki sikap yang jelas terhadap kelompok teroris.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menyatakan keberatan atas kemungkinan keanggotaan Finlandia dan Swedia di NATO, dengan mengatakan negara-negara Skandinavia tersebut mendukung kelompok teror YPG/PKK.

Baca Juga:  Takhbib, Pengertian dan Hukumnya Menurut Islam

PKK terdaftar sebagai kelompok teroris oleh Uni Eropa (UE), tetapi Turki menyayangkan, banyak negara Eropa membiarkan kehadiran kelompok teroris itu dan mengizinkannya merekrut serta menjual obat-obatan untuk mendanai serangannya di Turki.

Dalam lebih dari 35 tahun kampanye teror melawan Turki, kelompok teror tersebut telah bertanggung jawab atas kematian lebih dari 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak, dan bayi. YPG adalah cabang PKK di Suriah.

Sebelumnya, Pemerintah Swedia dan Finlandia mengumumkan akan mengirim delegasi diplomat ke Turki untuk membahas pengajuan keanggotaan di NATO.

Selama beberapa dekade, Swedia dan Finlandia mengambil sikap kebijakan luar negeri yang netral di kawasan itu, tetapi perang Rusia-Ukraina yang sedang berlangsung yang dimulai pada 24 Februari memicu perubahan dalam pendekatan mereka, rakyat dan sebagian besar politisi lebih memilih bergabung dengan aliansi NATO.

Baca Juga:  Khutbah Jumat: Kewajiban Menjaga Tempat-tempat Mulia

Namun, Swedia dan Finlandia, yang telah menyatakan niat mereka untuk mengajukan keanggotaan di NATO, belum mendapat tanggapan positif dari Turki. (T/RE1/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Wartawan: sajadi

Editor: Rudi Hendrik