Turki, Rusia dan Iran Agendakan Pertemuan Bahas Solusi Perang Suriah

Menteri Luar Negeri Turki Mehvlut Cavusoglu (kiri) dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov (kanan). (Foto: dok. Haberler.com)

Ankara, 15 Rabi’ul Awwal 1438/15 Desember 2016 (MINA) – Turki, Rusia dan Iran menjadwalkan pertemuan di Moskow pada 27 Desember 2016 untuk mencoba menemukan solusi bagi konflik hampir enam tahun di Suriah.

“Kami berusaha untuk mengamankan gencatan senjata di seluruh negeri dan mulai menegosiasikan solusi politik,” kata Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu kepada penyiar TGRT Haber di Ankara, Rabu (14/12).

Cavusoglu berjanji bahwa Pemerintah Ankara akan melanjutkan upaya itu dalam waktu dekat, demikian The New Arab memberitakannya yang dikutip MINA.

“Untuk alasan ini, pada akhir bulan, pada tanggal 27 Desember di Moskow, kami akan mengadakan pertemuan tripartit antara Turki, Rusia dan Iran,” katanya.

Dalam konflik Suriah, Rusia dan Iran mendukung pasukan Presiden Suriah Bashar Al-Assad, sementara Turki mendukung oposisi bersenjata yang berusaha melengserkan Assad.

Bulan lalu, pasukan pemerintah Suriah melancarkan serangan untuk merebut kembali bagian timur kota Aleppo yang dikuasai oleh oposisi.

Pernyataan Cavusoglu muncul sehari setelah pengumuman kesepakatan gencatan senjata, menyusul perundingan antara intelijen militer Rusia dan Turki dengan oposisi Suriah di Aleppo Timur.

Kesepakatan yang dicapai adalah warga sipil dan oposisi akan meninggalkan Kota Aleppo dan pergi ke provinsi tetangga Idlib di barat laut Suriah.

Namun, sejam kemudian, kesepakatan terancam berantakan setelah penembakan dan serangan udara dilanjutkan terhadap kota itu pada Rabu.

Serangan itu mendorong Cavusoglu menuduh Assad mencegah evakuasi warga sipil dan ia menambahkan, tuduhan bahwa pejuang oposisi telah melanggar gencatan senjata adalah “kebohongan.”

Pada Kamis (15/12), sebuah konvoi yang mengangkut para pengungsi pertama dari Aleppo Timur telah tiba di wilayah yang dikendalikan oleh oposisi di sisi barat kota itu, Al-Atareb.

Sumber militer senior Suriah mengatakan, sekitar 1.000 orang, termasuk orang-orang bersenjata dari oposisi, ditetapkan untuk meninggalkan Aleppo Timur sesuai dengan ketentuan kesepakatan evakuasi. (T/P001/R05)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)