Türkiye Tidak Khawatir Ancaman Sanksi AS Terkait Rusia

Ankara, MINA – Menteri Keuangan Türkiye Nureddin Nebati menegaskan, tidak ada alasan untuk khawatir dengan peringatan AS bahwa perusahaan-perusahaan Turki berisiko terkena sanksi jika  melakukan bisnis dengan Rusia yang terkena sanksi.

Asosiasi Industri dan Bisnis Turki (TÜSIAD) mengkonfirmasi pekan ini, mereka menerima surat dari Wakil Menteri Keuangan AS Wally Adeyemo yang memperingatkan bahwa perusahaan Turki mempertaruhkan konsekuensi jika mereka melakukan bisnis dengan Rusia atau lembaga Rusia yang berada di bawah sanksi AS.

Komentar Twitter Menkeu Nebati mewakili tanggapan resmi pertama Ankara terhadap surat yang dikirim pada hari Senin. Daily Sabah melaporkan, Jumat (26/8).

Sejak dimulainya perang di Ukraina enam bulan lalu, Türkiye mencoba menyeimbangkan hubungan dekatnya dengan Rusia dan Ukraina, dan memposisikan dirinya sebagai mediator di antara keduanya.

Beberapa perusahaan Turki juga berusaha membeli aset Rusia setelah mitra Barat mundur.

Namun, Türkiye menegaskan kembali, sikapnya tidak akan membiarkan sanksi internasional dilanggar.

Dalam serangkaian tweet, Nebati mengatakan “tidak ada artinya” bagi bisnis Turki untuk khawatir tentang surat dari Washington.

“Turki adalah salah satu pusat kekuatan politik dan ekonomi terpenting di dunia. Dunia bisnis kita harus merasakan kekuatan negara di sampingnya setiap saat,” ujarnya.

“Kami senang melihat Amerika Serikat, sekutu dan mitra dagang kami, dan kami mengundang bisnisnya untuk berinvestasi dalam ekonomi kami,” katanya.

Awal bulan ini, Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Sochi, Rusia. Keduanya membicarakan kelanjutan hubungan bilateral.

Putin mencatat, perdagangan Rusia-Turki berlipat ganda dalam lima bulan pertama tahun ini dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, lonjakan yang mencerminkan fokus Moskow yang berkembang pada hubungan dengan Ankara di tengah sanksi Barat.

Türkiye mengandalkan Rusia untuk perdagangan dan pariwisata.

Gas Rusia mencakup 45% kebutuhan energi Turki, dan badan atom Rusia sedang membangun pembangkit listrik tenaga nuklir pertama Türkiye.

Nebati menambahkan, Türkiye yakin dapat menyeimbangkan hubungannya dengan Rusia dan hubungan internasionalnya.

“Kami bertekad untuk mengembangkan hubungan komersial dan ekonomi kami dengan tetangga kami di berbagai sektor, terutama di bidang pariwisata, dalam kerangka kerja yang tidak dikenakan sanksi,” tweetnya.

“Semua aktor dalam ekonomi Türkiye terikat pada prinsip-prinsip pasar bebas dan bekerja untuk mendapatkan bagian yang lebih besar dari perdagangan global” lanjutnya.

Türkiye mengatakan sanksi terhadap Rusia hanya akan merugikan ekonomi dunia. Türkiye berpendapat mestinya difokuskan pada upaya mediasi antara kedua belah pihak.

Erdogan mengatakan negaranya harus tetap netral dalam konflik karena industrinya sangat bergantung pada impor energi Rusia.

Kepala kelompok eksportir logam mengatakan, bulan ini permintaan Rusia meningkat untuk produk Turki, karena tidak dapat lagi bersumber dari perusahaan Eropa. Perusahaan Turki juga menerima pertanyaan dari pengusaha Eropa tentang memasok Rusia melalui Türkiye. (T/RS2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)