Turkiye: Ukraina Bisa Ekspor Gandum Lagi dalam Dua Pekan

Istanbul, MINA – Juru Bicara Kepresidenan Turki Ibrahim Kalin mengatakan, ekspor dari pelabuhan Ukraina dapat dilanjutkan dalam waktu dua pekan.

Pusat Koordinasi bersama di Istanbul yang baru didirikan secara resmi pada Rabu (27/7), sebagai bagian dari kesepakatan bersejarah, akan memulai kembali ekspor gandum Ukraina ke dunia.

“Tugas pusat ini adalah menyediakan transportasi laut yang aman dari biji-bijian dan produk makanan serupa untuk diekspor dari Ukraina,” kata Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar pada upacara pembukaan, yang diadakan di Universitas Pertahanan Nasional di Istanbul, Anadolu melaporkan.

Akar mengatakan, Pusat dan kesepakatan biji-bijian akan memberikan “kontribusi signifikan” mengatasi krisis pangan yang berdampak pada seluruh dunia, terutama menurunkan harga.

Ia memperingatkan, jika dibiarkan, kekurangan gandum dapat menyebabkan masalah keamanan karena kelaparan dan migrasi tidak teratur global.

“Pusat tersebut terdiri dari lima perwakilan, baik militer maupun sipil, masing-masing dari Turkiye, Rusia, Ukraina, dan PBB. Tidak akan ada unsur militer di lapangan,” katanya.

Turkiye, PBB, Rusia, dan Ukraina pekan lalu menandatangani kesepakatan membuka kembali tiga pelabuhan Ukraina, untuk ekspor gandum yang telah macet selama berbulan-bulan karena perang Rusia-Ukraina yang sedang berlangsung, sekarang di bulan keenam.

Kesepakatan itu terjadi setelah para pemangku kepentingan setuju pada rencana yang dipimpin PBB untuk membentuk pusat koordinasi di Istanbul, untuk melakukan inspeksi bersama di pintu masuk dan keluar pelabuhan, serta memastikan keamanan rute. Semua pihak telah menunjuk perwakilan untuk memantau pelaksanaan rencana tersebut.

Akar mengatakan, pusat akan mendaftarkan dan memantau keberangkatan kapal komersial melalui satelit, internet dan sarana komunikasi lainnya, serta akan melakukan semua kegiatan dengan berkoordinasi bersama para pihak dan PBB.

Dia menambahkan, kapal akan diperiksa oleh tim inspeksi bersama di lokasi yang dianggap cocok untuk dimuat di pelabuhan Ukraina dan setibanya di pelabuhan di Turkiye.

Kesepakatan itu berlaku selama 120 hari, dan akan diperbarui kecuali ada permintaan lain dari salah satu pihak.

Akar mengatakan persiapan berlanjut untuk kapal pertama yang meninggalkan pelabuhan Ukraina, yang sebelumnya dia katakan harus segera dimulai. (T/R7/RS2)

 

Mi’raj News Agency (MINA)