Ankara, MINA – Pemerintah Turkiye mengumumkan penemuan cadangan besar gas alam di Laut Hitam dengan nilai ekonomi diperkirakan mencapai sekitar Rp600 triliun. Temuan ini disebut sebagai langkah penting menuju kemandirian energi nasional.
Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdoğan dalam pernyataan resminya mengatakan bahwa penemuan tersebut merupakan hasil eksplorasi tim nasional yang menggunakan kapal pengeboran milik Turki sendiri. Anadolu melaporkan.
“Turki tidak lagi menjadi negara yang hanya bergantung pada impor energi. Penemuan ini menunjukkan kemampuan bangsa kami untuk berdiri di atas kaki sendiri dalam sektor strategis,” ujar Erdoğan.
Penemuan itu dilakukan di wilayah lepas pantai Laut Hitam, melalui eksplorasi oleh kapal Fatih dan Kanuni yang telah beroperasi dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah menargetkan proses pengembangan dan produksi gas dapat dilakukan dalam waktu dekat setelah tahap evaluasi teknis selesai.
Baca Juga: Hezbollah Tegaskan akan Balas Serangan Israel Usai Kematian Komandan Senior
Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Turkiye, Alparslan Bayraktar, menyebut cadangan baru ini akan menambah kekuatan energi nasional yang sebelumnya juga menemukan 320 miliar meter kubik gas di ladang Sakarya pada 2020 lalu.
Erdoğan menegaskan, produksi gas alam domestik akan membantu menekan ketergantungan impor yang selama ini menjadi beban besar bagi perekonomian Turki.
“Dengan bertambahnya cadangan gas alam nasional, kami semakin dekat dengan tujuan menjadi negara yang mandiri dalam energi,” katanya.
Selain memperkuat ketahanan energi, penemuan ini juga diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru di sektor eksplorasi dan industri turunan migas.
Baca Juga: Banjir Bandang Hantam Asia Tenggara, Indonesia Paling Parah Terdampak
Bayraktar menambahkan bahwa gas dari Laut Hitam akan disalurkan ke sistem nasional melalui proyek pipa bawah laut yang telah selesai dibangun pada awal tahun ini.
Turkiye selama ini mengimpor hampir 99 persen kebutuhan gasnya dari negara lain, terutama Rusia, Iran, dan Azerbaijan. Ketergantungan tersebut membuat ekonomi Turki sangat sensitif terhadap fluktuasi harga energi global.
Dengan adanya penemuan baru ini, Ankara berupaya mengubah posisi dari negara pengimpor menjadi negara produsen sekaligus pusat transit energi di kawasan Eropa dan Asia.
Pada tahun 2020, Turkiye mencatat sejarah dengan menemukan 320 miliar meter kubik gas di Laut Hitam, yang kemudian menjadi simbol “kebangkitan energi nasional.” Temuan terbaru ini memperkuat optimisme pemerintah terhadap potensi besar sumber daya alam dalam negeri. []
Baca Juga: Saudi Tegaskan Normalisasi dengan Israel Hanya Jika Ada Jaminan Kongkret Palestina Merdeka
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic