Tutup Dua Penyeberangan di Rafah, Israel Cegah 3.000 Truk Bantuan untuk Gaza

Penyebrangan perbatasan Rafah, di selatan Jalur Gaza, Palestina. (Foto: Wafa)

Gaza, MINA – Pasukan Zionis Israel menutup dua penyeberangan Rafah dan Kerem Shalom (Rafah tenggara), hingga mencegah 3.000 truk bantuan kemanusiaan masuk ke Jalur Gaza.

Menurut sumber pers di Jalur Gaza, selama periode penutupan dua penyeberangan tersebut, pasukan Zionis juga menghentikan perjalanan 700 warga Gaza yang sakit dan terluka untuk berobat ke luar Gaza. Wafa melaporkan Ahad (19/5).

Tindakan penutupan 13 hari berturut-turut itu semakin memperburuk bencana kemanusiaan yang dialami warga Palestina di Jalur Gaza yang terblokade.

Sebelumnya, Komisaris Jenderal Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Philippe Lazzarini pada Sabtu (18/5) memperingatkan, kegagalan desakan internasional membuka penyeberangan darat Rafah dan akses yang aman ke sana menandakan berlanjutnya kondisi bencana kemanusiaan di Jalur Gaza.

Baca Juga:  Ratusan Warga Swiss Serukan Boikot Israel di Olimpiade 2024

Sementara baru 33 truk yang tiba di kota Rafah, sejak 6 Maret hingga Mei ini.

Penutupan penyeberangan tersebut bertepatan dengan meningkatnya agresi darat militer Zionis di wilayah Rafah, Gaza bagian Tengah, Kota Gaza dan Gaza bagian Utara, dan bahkan wilayah Al-Mawasi, tempat warga mengungsi.

Sejak 7 Mei, pasukan Zionis menduduki perbatasan Rafah sisi Palestina dan menghentikan masuknya bantuan ke Jalur Gaza.

Kemudian, sejak 5 Mei pasukan Zionis menutup jalur komersial Kerem Shalom di tenggara kota Rafah, dan mencegah masuknya bantuan kemanusiaan dan medis.

Persimpangan Rafah dianggap sebagai penyeberangan darat utama di mana bantuan masuk dan orang-orang yang terluka parah keluar untuk menerima perawatan di luar Jalur Gaza.

Baca Juga:  UNRWA Peringatkan Risiko Kesehatan dan Kerusakan Lingkungan di Gaza

Zionis terus melanjutkan agresinya terhadap Jalur Gaza, baik melalui darat, laut, dan udara, sejak tanggal 7 Oktober lalu.

Agresi ini mengakibatkan terbunuhnya 35.386 warga yang sebagian besar adalah anak-anak dan perempuan, serta melukai 79.366 orang lainnya. Belum lagi ribuan korban masih berada di bawah reruntuhan. []

Mi’raj News Agency (MINA)