UAR Bantu Penanganan Bencana Tanah Bergerak di Brebes, Jawa Tengah

Brebes, MINA – Tim relawan Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) terjun ke lokasi bencana tanah bergerak di Desa Plompong, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, untuk membantu penanganan kerusakan gedung MTS Muhhamdiyah, Ahad (31/1).

Relawan yang berjumlah 23 personel tersebut membantu membongkar gedung sekolah dan bangunan masjid yang rusak akibat pergerakan tanah.

Koordinator lapangan (Korlap) tim relawan UAR, Sodikin mengatakan, akibat bencana alam tanah bergerak yang terjadi pada Selasa (26/1) mengakibatkan bangunan MTs Muhammadiyah Plompong rusak berat. Tim relawan turun membantu membongkar untuk kembali dibangun.

“Masjid dan hampir semua bangunan ruas kelas tidak dapat digunakan karena temboknya pecah dan pondasinya ambles sehingga harus dibongkar,” katanya.

Tim relawan UAR dari Brebes ini rata-rata memiliki kemampuan di bidang pertukangan, sehingga dapat dengan mudah melakukan pembongkaran bangunan.

Pembongkara dilakukan untuk menyelamatkan material bangunan yang masih bagus agar dapat dipergunakan lagi saat perbaikan atau pembangunan kembali.

“Kami membongkar untuk menyelamatkan material yang masih dapat dipergunakan,” kata Sodikin yang berpengalaman dan ikut serta sebagai relawan pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza Palestina ini.

Sementara itu, Suyono MPd pengurus Muhammadiyah Ranting Plompong mengatakan, gedung dua lantai MTs Muhammadiyah yang terdiri 24 ruang kelas dan kantor serta bangunan masjid rusak berat.

“Satu komplek bangunan rusak berat hanya beberapa ruang saja yang masih utuh, tapi juga harus dibongkar,” katanya.

Menurutnya, bencana alam tanah bergerak yang merusak bangunan gedung sekolah tersebut mengakibatkan kerugian mencapai milyaran rupiah. Untuk membangun kembali juga masih dipikirkan lokasinya masih layak atau tidak.

“Kerugian bisa mencapai Rp 4 milyar lebih ini semua bangunan sekolah dan masjid rusak,” ungkapnya

Sementara itu pula, koordinator Posko BPBD wilayah Bumiayu Kabupaten Brebes, Budi Sudjatmiko mengatakan, bencana tanah bergerak di Desa Plompong juga merusak puluhan rumah tinggal warga. Pergerakan tanah akibat curah hujan tinggi dan tanah bergerak serta retak retak mengarahkan ke daerah aliran sungai (DAS) Keruh.

“Dari mitigasi yang kami lakukan terdapat rekahan rekahan tanah ke arah DAS Sungai Keruh, pemukiman warga juga banyak yang rusak, seperti tembok yang pecah dan tanah yang amblas,” ungkapnya.

Selain relawan UAR terlibat langsung dalam penanganan bencana dan pembongkaran gedung sekolah relawan dari beberapa elemen. Seperti MDMC, Kokam Muhammadiyah, Bagana serta lainnya. Tak tertinggal pula warga setempat. (L/B04/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)